JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pariwisata Dibuka, Akses Pengunjung Dibatasi

Pariwisata Dibuka, Akses Pengunjung Dibatasi

330
BAGIKAN
BERSIKAN MUSIUM-Sejumlah pengunjung tengah mengunjungi Musium Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (27/8). Pasca kerusuhan di Keraton Kasunan Surakarta, Musium mulai menjalani aktivitas seperti biasa. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
BERSIKAN MUSIUM-Sejumlah pengunjung tengah mengunjungi Musium Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (27/8). Pasca kerusuhan di Keraton Kasunan Surakarta, Musium mulai menjalani aktivitas seperti biasa. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

PASAR KLIWON– Sehari setelah peristiwa bentrokan, pariwisata Keraton Surakarta tetap dibuka seperti biasa meski aksesnya dibatasi. Jika biasanya wisatawan bisa masuk ke halaman keraton depan Sasonosewoko, kemarin tidak bisa karena pintu menuju ke sana ditutup.

“Museum keraton tetap buka tapi pintu menuju ke halaman keraton ditutup. Sejak kemarin siang ditutupnya,” ujar penjaga Museum Keraton Surakarta, Sukardi, Selasa (27/8).

Ditutupnya akses menuju halaman keraton, menurutnya merupakan permintaan keluarga keraton. Apalagi kemarin sempat keributan di depan Kori Kamandungan. “Memang pas ada kejadian kemarin siang itu pintu menuju halaman keraton langsung ditutup. Biar kondisi di dalam dingin dulu,” katanya.

Dari pantauan Joglosemar, walaupun akses pintu masuk ke halaman keraton ditutup, banyak wisatawan yang datang untuk melihat koleksi keraton. Hanya saja sebelum masuk ke dalam museum, terlebih dahulu wisatawan diberi tahu jika akses ke halaman keraton ditutup oleh petugas museum.

Sukardi mengaku tidak tahu sampai kapan akses masuk ke dalam keraton lewat museum kembali dibuka. “Belum tahu kapan kembali dibuka, kami hanya menunggu perintah saja. Memang tidak semua wisatawan yang datang itu tahu kondisi keraton. Ada juga yang dari luar daerah jadi tahunya ditutup itu ada acara,” papar dia.

Sementara itu, Pengageng III Museum dan Pariwisata Museum Hadinagaro, KRMH Satriyo Hadinagoro menyatakan, wisata keraton termasuk museum, sebenarnya tetap dibuka seperti biasa. Namun akses masuk keraton tutup, lantaran kekurangan petugas. “Oh itu tetap buka biasa. Belum bisanya wisatawan ke dalam keraton sekarang karena kita itu kekurangan tenaga di sana,” terang dia.

Ia menuturkan, semalaman pihaknya dan seluruh abdi dalem tidak tidur. Sehingga dimaklumi jika saat ini wisatawan tidak bisa masuk ke dalam keraton. “Jadi itu jangan ditafsirkan yang tidak-tidak,” sambung dia.

Sementara itu salah satu pengunjung museum keraton, Ridwan (25) bersama rombongannya harus menelan kekecewaan karena tidak bisa masuk dalam keraton. “Kecewa sih ada, tapi mau bagaimana lagi padahal ingin masuk dalam keraton. Tidak tahu kalau ada kejadian di keraton kemarin,” ujarnya. Ari Welianto