JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Parkir Sembarangan di Coyudan Bakal Digembok

Parkir Sembarangan di Coyudan Bakal Digembok

310
BAGIKAN
UJI PERALATAN-Sejumlah petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) tengah mencoba peralatan pengunci roda mobil di Kantor Diskominfo Solo, Sabtu (24/8). Dishubkominfo siapkan peralatan pengunci roda dan derek mobil guna menindak tegas para pengguna jalan yang nekat parkir sembarangan. Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
UJI PERALATAN-Sejumlah petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) tengah mencoba peralatan pengunci roda mobil di Kantor Diskominfo Solo, Sabtu (24/8). Dishubkominfo siapkan peralatan pengunci roda dan derek mobil guna menindak tegas para pengguna jalan yang nekat parkir sembarangan.
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

SOLO-Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, bakal menggembok mobil yang parkir sembangan di kawasan Coyudan. Hal ini bakal dilakukan karena kecenderungan parkir sembarangan mengurangi kapasitas jalan atau lebar jalan. Sehingga membuat kondisi arus lalu lintas di sana itu sering terjadi kemacetan dan jalan semakin sempit. “Kawasan Cayudan yang akan jadi prioritas penerapan gembok, mulai dari Perempatan Nonongan sampai ke selatan. Nanti dari teman-teman UPT Perparkiran yang akan bertindak, ada dua regu sekitar 24 petugas yang disiapkan untuk menindak dan butuh lima menit gembok bisa dipasang, kan sudah dicoba,” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Surakarta, Sri Baskoro di sela-sela Pelatihan Bimbingan Teknologi (Bimtek) pengoperasian mobil derek dan gembok parkir, Sabtu (24/8).

Kata dia, saat ini tengah mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) dan mensosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat.

“Kan kita sudah melakukan sosialisasi awal di Jalan Yos Sudarso, Coyudan beberapa waktu lalu baik lisan mau tertulis. Sedangkan untuk persiapan yang lain seperti SOP  sambil jalan,” terangnya.

Dijelaskan, jadi nanti akan ada sosialisasi ulang di kawasan Coyudan dan juga city walk. Karena di sana (city walkred) itu merupakan tempat pendistribusian  dan sebenarnya sudah dilakukan sosialisasi lama dengan memasang rambu maupun portal kecil-kecil. “Minggu depan sosialisasi lagi tapi belum penerapan. Target kendaraan roda empat yang parkir sembarangan dan tentunya yang memakan badan jalan,” ungkap dia.

Lanjut dia, untuk prosedur mereka tetap diwajibkan untuk  membayar retribusi atau istilahnya denda. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Perhubungan yang sudah disahkan beberapa waktu lalu. “Mereka tetap kena denda dan itu sudah diatur dalam Perda. Untuk sementara gembok dulu,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala UPT Perparkiran Dishubkominfo Kota Surakarta, Anindita Prayoga  menyatakan jika masih dilakukan sosialisasi. Memang Perda itu sudah disahkan dan bisa langsung diterapkan, tapi biar masyarakat memahami maka masih disosialisasikan .“Ini ben ora kaget, penerapan tetap tahun ini. Tapi perangkat lunak dan SOP-nya sudah siap, itu saat ini tengah dipersiapkan,” papar dia.

Anindita menambahkan, jika sesuai dengan Perda untuk denda mobil yang digembok itu Rp 100.000 sedangkan yang diderek itu Rp 250.000. “Itu dalam perda sudah jelas dan harus dipatuhi,” pungkas dia. Ari Welianto