Parkir Semrawut, Puluhan Kendaraan Ditertibkan

Parkir Semrawut, Puluhan Kendaraan Ditertibkan

296
SOSIALISASI SANKSI PENGGEMBOKAN-Sejumlah personil Dishubkominfo Kota Surakarta menggelar sosialisasi terkait penerapan sanksi penggembokan dan perderekan kendaraan bermotor dan mobil yang parkir sembarangan di Jalan Yos Sudarso, Nonongan, Serengan, Rabu (31/7). Joglosemar/Yuhan Perdana
SOSIALISASI SANKSI PENGGEMBOKAN-Sejumlah personil Dishubkominfo Kota Surakarta menggelar sosialisasi terkait penerapan sanksi penggembokan dan perderekan kendaraan bermotor dan mobil yang parkir sembarangan di Jalan Yos Sudarso, Nonongan, Serengan, Rabu (31/7). Joglosemar/Yuhan Perdana

SERENGAN-Puluhan kendaraan di kawasan pertokoan di Jalan Yos Sudarso (Nonongan) ditertibkan oleh petugas gabungan, Rabu (31/7) siang. Penertiban dilakukan karena parkir kendaraan semrawut dan melebihi batas marka jalan, sehingga menyebabkan kemacetan.

Penertiban tersebut, sekaligus sebagai sosialisasi mengenai sanksi gembok mobil bagi yang menyalahi parkir. Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) M Usman di sela-sela penertiban menjelaskan, kondisi parkir kendaraan di kawasan Nonongan sudah cukup parah.

“Sekitar 80 persen parkir di kawasan ini melanggar  marka jalan, dan berpotensi menyebabkan kemacetan,” ujarnya kepada Joglosemar,  Rabu (31/7).

Baca Juga :  Puluhan Mobil Hias dan 750 Peserta Bakal Tampil Semarakkan Pawai Pembangunan di Solo

Pelanggaran tersebut menurut Usman tidak hanya disebabkan oleh petugas parkir, namun juga faktor pengguna kendaraan. “Pelaku usaha juga melakukan kegiatannya di area parkir, ini juga semakin memperparah,” ungkapnya.

Dikatakan Usman, sosialisasi mengenai sanksi gembok roda tersebut dilakukan selama 30 hari ke depan. “Setelah sosialisasi selesai, kita berlakukan sanksi gembok roda. Untuk bisa melepasnya harus ngurus tilang dengan membayar sesuai ketentuan Perda, yakni Rp 200.000,” ujarnya.

Penertiban kemarin melibatkan petugas Dishubkominfo, pemilik Usaha, Kepolisian, pengelola parkir, Satpol PP dan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), yang akan dilakukan rutin hingga sosialisasi selesai.

Baca Juga :  Otak Penjambretan Ini Terpaksa Didor Kakinya

Terpisah, salah seorang pemilik mobil, Nur (30) menyambut baik sosialisasi itu. Dia tidak keberatan dengan sanksi gembok yang akan diterapkan.  “Biasanya parkir mobil saya tidak sampai keluar marka, tapi tadi ada mobil. Jadi terpaksa parkirnya agak keluar,” ucapnya.

Sedangkan menurut salah seorang pengelola parkir di kawasan tersebut, Yoyok (32), permasalahan utama kemacetan di kawasan itu memang karena parkir yang tidak rapi. “Kalau parkirnya ditata rapi, tidak macet. Tapi kadang ada yang keluar dari marka jalan,” ujarnya.  * Ari Purnomo

BAGIKAN