JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Parpol Ramai-ramai Buka Posko Pemudik

Parpol Ramai-ramai Buka Posko Pemudik

435
BAGIKAN

Jangan Ramai Atribut, Sepi Fasilitas!”

UNTUK MENGGAET SIMPATI--Warga melintas di dekat posko mudik yang didirikan oleh salah satu partai politik di Kawasan Jurug, Solo, Selasa (7/8). Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan sejumlah partai politik untuk menarik simpati masyarakat. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
UNTUK MENGGAET SIMPATI–Warga melintas di dekat posko mudik yang didirikan oleh salah satu partai politik di Kawasan Jurug, Solo, Selasa (7/8). Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan sejumlah partai politik untuk menarik simpati masyarakat. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

KARANGASEM – Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan sejumlah partai politik (parpol) untuk menarik simpati masyarakat. Mereka mendirikan posko mudik atau rest area di sejumlah titik di dalam Kota Bengawan. Selain sebagai bentuk pelayanan pada pengguna jalan, posko tersebut sekaligus sebagai media sosialisasi menjelang Pemilu 2014.

Dari pantauan Joglosemar setidaknya ada tiga Parpol yang sudah mendirikan posko tersebut. Yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surakarta memilih lokasi di kawasan Jurug.  Sementara dua lainnya berada di jalur utama yang masuk white area.

Sekretaris DPC Gerindra Kurnia Sari mengatakan, Jurug sengaja dipilih karena merupakan jalur perbatasan yang banyak dilintasi pemudik .

“Pengguna jalan yang capek atau sakit dalam perjalanan mudik bisa beristirahat di posko kami. Ini bentuk pelayanan partai pada masyarakat. Posko dibuka 24 jam, sehingga datang jam berapa pun tak masalah,” kata perempuan yang disapa Nia itu.

Dalam satu hari ada sembilan anggota yang bersiaga di posko dan terbagi dalam tiga shift. Di tenda tersebut disediakan tim kesehatan, perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), air mineral dan ambulans gratis yang selalu siaga. Posko tersebut dipasang sejak Sabtu (3/8) dan akan berakhir Kamis (15/8).

“Kami ada tenda tertutup yang bisa digunakan istirahat dengan nyaman, sehingga saat kembali berkendara badan sudah fit. Anggota kami akan menjaga barang dan kendaraan yang ditinggal istirahat,” kata Nia lagi.

Dua partai lainnya, PD dan PKS mendirikan posko mudik di jalur white area. Padahal, jalur tersebut seharusnya bebas dari atribut Parpol dan Ormas. PD mendirikan poskonya di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di simpang tujuh Girimulya, Banjarsari. Sementara PKS di simpang tiga Faroka.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sri Sumanta mengatakan, pendirian posko di white area harus ada aturan mainnya.

“Unsur sosialnya harus diutamakan. Posko jangan hanya didominasi atribut Parpol, tetapi tidak ada fasilitas untuk pemudik. Simbol Parpol tidak boleh menonjol. Kami masih pantau, tetapi jika berlebihan akan kami tindak,” kata dia.

Sementara Sekretaris DPC PD Kota Surakarta Supriyanto mengatakan, sebelum mendirikan posko sudah  mendapat izin dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishukominfo) . Posko disediakan hingga Senin (12/8).

Wakil Ketua DPD PKS Kota Surakarta Abdul Ghofar Islamil  mengatakan, pendirian posko mudik itu merupakan agenda rutin tahunan. “Kalau mau dilarang ya silakan saja. Kami niatnya ingin bantu pemudik,” ujarnya. * Dini Tri Winaryani