Pasar Nguter Mulai Dirobohkan

Pasar Nguter Mulai Dirobohkan

297

Pedagang Oprokan Diminta Hengkang

DIROBOHKAN- Kepala Disperindag Sukoharjo, AA Bambang Haryanto memantau perobohan bangunan Pasar Nguter, Jumat (2/8). Joglosemar | Murniati
DIROBOHKAN- Kepala Disperindag Sukoharjo, AA Bambang Haryanto memantau perobohan bangunan Pasar Nguter, Jumat (2/8). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Bangunan Pasar Nguter mulai dirobohkan, Jumat (2/8) kemarin dan dipagari dengan seng. Mau tidak mau, ratusan pedagang oporkan yang masih berjualan di sana harus hengkang. Jika tidak, Satpol PP bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan melakukan penertiban.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Sutarmo mengungkapkan, Kamis (1/8) lalu sudah dilakukan penertiban terhadap pedagang los dan kios yang ada di sana. Mereka pun sudah masuk ke pasar darurat yang berada di lapangan Nguter. Namun, ratusan pedagang oprokan masih menempati kawasan di sekitar pasar yang mulai dirobohkan itu.

“Kemarin sudah memantau dan memberikan arahan. Pedagang los dan kios sudah pindah. Yang tersisa hanya pedagang oprokan yang mencapai ratusan orang,” kata dia, Jumat (2/8).

Baca Juga :  Warga PSHT Diminta Ikut Jaga Kamtibmas

Berdasarkan hasil komunikasi dengan pedagang oprokan, mereka akan pindah ketika pasar sudah dipagari dengan seng. Artinya, mulai kemarin kawasan pasar sudah bersih dari pedagang. “Ini masih kita pantau dengan menempatkan sejumlah pedagang di sana. Apalagi, di dekat Pasar Nguter juga  ada Pos Pengamanan Terpadu (Pospam) yang juga melibatkan Satpol PP. Jika masih tetap di sana, kami akan tertibkan mereka,” ujar dia.

Kendati demikian, Satpol PP harus berkoordinasi dan komunikasi dengan Disperindag selaku dinas yang membawahi pasar. “Jika nantinya Disperindag menyatakan ditertibkan, kami akan melaksanakan. Satpol PP hanya sebatas membantu. Kalau soal pedagang yang sudah ada di dalam dan lainnya, itu bukan kewenangan kami,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Tirakatan untuk Refleksi Kinerja Pemerintahan

Di lokasi Pasar Nguter, Kepala Disperindag, AA Bambang Haryanto mengungkapkan mulai Jumat (2/8), bangunan dirobohkan. Guna memberikan keamanan dan kenyamanan kepada warga sekitar pasar, kontraktor mulai memasang seng sebagai pagarnya.

Untuk pembangunannya, kontraktor akan bekerja secara penuh. Di mana, sebelum Lebaran pekerja akan mulai membongkar dan membangun pasar hingga Rabu (7/8). “Setelah Lebaran baru dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Soal keberadaan ratusan pedagang oprokan, Anton menyatakan masih ada ratusan orang yang melakukan transaksi jual beli di sekitar pasar. Namun, dia menjelaskan, cepat atau lambat semua pedagang termasuk oprokan harus masuk pasar agar dagangan para pedagang bisa laku. Murniati

BAGIKAN