JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pasca Kebakaran Kios Buku Sriwedari : 22 Kios Darurat Sudah Siap...

Pasca Kebakaran Kios Buku Sriwedari : 22 Kios Darurat Sudah Siap Dihuni

320
SUDAH SELESAI – Seorang pengendara motor melintas di antara kios buku darurat di kawasan Sriwedari, Senin (12/8). Kios tersebut sudah dapat digunakan oleh para pedagang buku yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu. Joglosemar | Farrah Ikha Riptayani
SUDAH SELESAI – Seorang pengendara motor melintas di antara kios buku darurat di kawasan Sriwedari, Senin (12/8). Kios tersebut sudah dapat digunakan oleh para pedagang buku yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu. Joglosemar | Farrah Ikha Riptayani

LAWEYAN – Sebanyak 22 kios buku darurat bagi korban  kebakaran di kawasan Sriwedari beberapa waktu lalu, kini  telah siap digunakan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta telah menyampaikan kunci kios kepada paguyuban.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Disbudpar Kota Surakarta, Widdi Srihanto saat ditemui Joglosemar di kantornya, Senin (12/8). Widdi mengatakan, satu hari sebelum Lebaran, Rabu (7/8) siang pihaknya telah menyerahkan kunci kios kepada paguyuban kios buku Sriwedari.

“Untuk itu kalau mau menata buku silakan dikembangkan. Tidak ada listrik silakan pasang. Cuma angin-angin belum di tempel. Ini masyarakat yang minta,” katanya.

Dia  mengatakan, jika ada yang kurang dalam pembuatan kios darurat itu, maka akan segera dilengkapi. Ia mengaku sudah mempersilakan  para pedagang untuk buka atau libur berjualan buku di hari raya  ini.

“Kiosnya terbuat dari tripleks dan kayu. Namanya juga kios darurat. Ukurannya sama dengan kios lama 2 x 2 meter. Tempat di area bursa mobil dan kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan pada pedagang mobil,” jelas Widdi.

Dikatakan, tempat pembuatan kios adalah pilihan para pedagang dan diperkirakan tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. “Minimal pemerintah sudah memfasilitasi pedagang tapi tidak melanggar aturan,” imbuhnya.

Karena itu, Widdi berharap supaya para pedagang dapat bekerja dan berjualan kembali. Dengan demikian mereka dapat memulihkan perekonomian diri mereka sendiri. Sementara saat ditanya tentang adanya retribusi, Widdi menjawab tidak ada. * Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN