JOGLOSEMAR.CO Foto Pekan Syawalan Jurug Meriah

Pekan Syawalan Jurug Meriah

493
BAGIKAN
BEREBUT KETUPAT--Ribuan warga berebut ketupat saat digelar pesta ketupat dalam puncak Pekan Syawalan Jurug di Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Selasa (13/8). Pekan Syawalan Jurug merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk melestarikan kegiatan budaya, meningkatkan usaha wisata dan kunjungan wisatawan saat libur lebaran. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
BEREBUT KETUPAT–Ribuan warga berebut ketupat saat digelar pesta ketupat dalam puncak Pekan Syawalan Jurug di Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Selasa (13/8). Pekan Syawalan Jurug merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk melestarikan kegiatan budaya, meningkatkan usaha wisata dan kunjungan wisatawan saat libur lebaran. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

JEBRES-Pekan syawalan Jurug yang digelar sejak 8 hingga 13 Agustus 2013 berhasil meraih laba Rp 600 juta.  Pasalnya, setiap hari rata-rata jumlah kunjungan ke TSTJ sebanyak 9.000 orang,  sejak Kamis (8/8) hingga Selasa (13/8).

“Yang jelas event syawalan ini menopang 25 persennya-nya, dari target kita selama satu tahun,” ujar Direktur Perusda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Lilik Kristianto, Selasa (13/8).

Dikatakan Lilik, jumlah kunjungan selama pekan syawalan ada 50.000 pengunjung, meski  hanya digelar 6  enam hari. “Setelah ini dari besok tanggal 14 sampai 18 kita gelar liburan syawalan,” imbuhnya.

Sedangkan acara Gerebeg Jakat Tingkir di Sungai Bengawan Solo menarik ribuan pengunjung yang memadati TSTJ. Acara itu merupakan puncak acara Pekan Syawalan. Grebeg Jaka tingkir terdiri tiga kegiatan utama, kirab Joko Tingkir, Sendratari Joko Tingkir dan Pesta Ketupat.

GPH Mangkubumi yang memerankan Jaka Tingkir mengaku turut senang terlibat dalam event tersebut. “Ini juga pelestarian budaya,” ujarnya, Selasa (13/8).

“Tidak ada persiapan khusus. Memang dari keraton sudah punya bekal nari, kebetulan tari silat,” imbuhnya.

Pesta Ketupat

Lepas dari sendratari Joko Tingkir, ribuan pengunjung berebut ketupat yang disebar oleh GPH Mangkubumi dan penyelenggara. Setidaknya, tiga ribu ketupat ludes disebar kepada seluruh pengunjung.

“Dari keraton dan penyelenggara sekitar 2.600 ketupat. Dari paguyuban pedagang 400 ketupat, “ ujar Lilik.

Sejumlah pengunjung yang  turut berebut ketupat mengaku memburu ketupat tersebut dengan keyakinan membawa berkah bagi usaha yang sedang dilakoninya.

Sugarni, warga Pajang, Sukoharjo  mengaku ikut berebut ketupat di lokasi tersebut, kepada Joglosemar . “Ya biar berkah buat usaha, saya usaha jenang dan sayuran, biar laris,” ujarnya (13/8).

Perusda TSTJ berencana mewujudkan zona konservasi flora dan fauna di area belakang TSTJ, tepat di sebelah utara. Sedangkan di bagian depan TSTJ rencananya akan dibangun zona rekreasi dan usaha wisata waterpark, permainan, edukasi, wisata kuliner sanggar gesang sebagai kegiatan budaya. * Arief Setiyanto