JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Pembangunan Pasar Nguter dan Eks Gedung Lowo Dimulai

Pembangunan Pasar Nguter dan Eks Gedung Lowo Dimulai

400
PELETAKAN BATU PERTAMA - Wakil Bupati (Wabu) Sukoharjo, Haryanto meletakkan batu pertama dalam pembangunan Pasar Nguter, Jumat (23/8). Joglosemar|Murniati
PELETAKAN BATU PERTAMA – Wakil Bupati (Wabu) Sukoharjo, Haryanto meletakkan batu pertama dalam pembangunan Pasar Nguter, Jumat (23/8). Joglosemar|Murniati

SUKOHARJO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai melakukan pembangunan proyek pasar Nguter dan eks gedung lowo, Jumat (23/8). Agar proyek selesai sesuai dengan target, Pemkab melakukan pengawasan ketat selama proses pembangunan berlangsung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Agus Santoso mengatakan Pemkab optimis proyek besar dengan pagu sebesar Rp 22,7 miliar dari APBD itu bisa selesai tepat waktu. Terlebih jika melihat masih banyaknya waktu yang tersisa dan kontraktor yang kredibel di bidangnya persoalan seperti pasar Ir Soekarno tidak akan terjadi di pasar Nguter dan eks Geduang Lowo.

Hanya saja, Sekda berpesan kepada Disperindag selaku pengguna anggaran bisa melakukan kontrol secara ketat terhadap proses pembangunan tersebut. Menurutnya, optimisme yang ada tidak akan tercapai jika kontrolnya lemah. “Masih bisa dikejar, tapi Disperindag harus aktif melakukan monitoring. Kami yakin Disperindag di bawah kepemimpinan AA Bambang Haryanto bisa melakukan itu,” ujar Agus disela pelatakan batu pertama.

Dikatakan Agus, khusus bangunan eks Gedung Lowo akan dijadikan Pemkab sebagai Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah. Dengan adanya geduang ini semua potensi di Sukoharjo bisa dipromosikan secara baik dan lebih fokus.

Sementara itu, Wabup Sukoharjo Haryanto memaparkan Pasar Nguter menjadi pylot project pasar tradisional khusus jamu di Indonesia. Apalagi, beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencanangkan Nguter sebagai Kampung Jamu. dengan demikian, maka bisa menjadi tumpuhan bagi masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Pasar tradisional yang dikenal kumur dan kotor akan diubah menjadi pusat pertukaran uang yang bersih dan nyaman.

Dengan cara itu, imbuh dia, masyarakat tidak terlalu mendiskreditkan keberadaan pasar tradisional dibandingkan mal atau toko modern. “Pemkab memperhatikan sisi keamanan dan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen. Karena itu revitalisasi pasar tradisional harus dilakukan dan ini kami realisasikan di Pasar Nguter,” kata Haryanto disela pelatakan batu pertama Pasar Nguter. Murniati

BAGIKAN