Pembunuh Diana Dituntut 14 Tahun Penjara

Pembunuh Diana Dituntut 14 Tahun Penjara

239
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO- Terdakwa kasus pembunuhan Diana Oktaviana yang di area persawahan daerah Jetis RT 1/ RW VII Desa Menuran Kecamatan Baki, Irfan Junanto alias Gendut alias Gembul dituntut 14 tahun penjara. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo mengagendakan pembacaan vonis seusai Lebaran nanti.

Kepastian mengenai hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Hakim kasus tersebut, Agus Darmanto di ruang kerjanya, akhir pekan lalu. Dia mengungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan dalam persidangan, Irfan terbukti secara sah melakukan pembunuhan terhadap salah seorang warga Jebres yang baru dikenalnya itu.

“Kemarin, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun penjara. Hal itu merujuk sanksi subsider yakni pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Sedangkan untuk hukuman primer yakni pasal 340 KUHP tidak disampaikan di pengadilan,” kata dia.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-72, Muda-mudi Kampung Madyorejo Gelar Lomba Pambagyoharjo

Seusai tahapan pembacaan dakwaan, pihaknya memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan diri atau eksepsi. Dalam pembelaan yang disampaikan di pengadilan, Irfan memohon keringanan hukuman. Pertimbangannya, dia menyesal telah membunuh Diana dengan sadis dan membuat surat permohonan maaf secara tertulis serta diberikan saat persidangan. “Ya kami memberikan hak kepada semua terdakwa untuk menyampaikan pembelaan diri. Kalau soal diterima atau tidaknya, itu kewenangan majelis hakim,” ujar Agus.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

Majelis hakim, menurut Agus akan menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang ada. “Ya nanti majelis hakim akan melakukan analisa apakah tersangka bersalah atau tidak serta berapa hukumannya. Kami sudah memiliki pertimbangan sendiri saat membacakan vonis atau putusan,” katanya lagi.

Ia menyampaikan, sidang dengan agenda tuntutan dan eksepsi tersebut tidak dihadiri oleh ibu korban, Sugihwati. Rencananya, majelis hakim akan membacakan putusan atau vonis seusai Lebaran. “Vonis akan kami bacakan usai Lebaran. Kami pun juga sudah berkoordinasi dengan Polres dalam hal pengamanan sidang tersebut. Itu hanya untuk antisipasi jika sidangnya ada gangguan,” pungkasnya. Murniati

BAGIKAN