JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Pemimpin IM Ditangkap, WNI Akan Dievakuasi

Pemimpin IM Ditangkap, WNI Akan Dievakuasi

216
BAGIKAN
Mohamed Badie
Mohamed Badie

KAIRO—Tensi konflik di Mesir belum juga turun, dan jaminan keamanan semakin tidak jelas. Pemerintah Republik Indonesia akhirnya menyiapkan upaya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI)Yang ada di Mesir.

Setelah sebelumnya pemerintah negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina mengewakuasi warga negara mereka, pemerintah RI Akhirnya mengambil langkah yang sama.  “Antisipasi dinamika di Mesir, Pemerintah RI sedang mempersiapkan evakuasi WNI dari Mesir,” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto, Selasa (20/8).

Djoko mengatakan, Dubes RI di Mesir kini sudah diminta untuk melakukan pendataan WNI yang ada di sana. Dubes juga diminta untuk membuat tahapan prioritas evakuasi WNI dari Mesir. “Dubes RI di Mesir diminta untuk mendata WNI di Mesir,” katanya.

Lebih dari 800 orang telah tewas dalam sepekan terakhir akibat berbagai bentrokan antara aparat Mesir dan para demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Yang terparah adalah saat aparat polisi melancarkan operasi pembersihan kamp-kamp demonstran pro-Morsi pada Rabu, 14 Agustus lalu. Lebih dari 600 orang tewas dalam pertumpahan darah tersebut.

Langkah evakuasi penting diambil mengingat kondisi makin tak menentu, dan jumlah WNI di sana tak sedikit. Hingga kini tercatat sekitar 6.000 WNI ada di Mesir. Sebagian besar dari mereka adalah para pelajar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar.

Sementara itu, upaya Pemerintah Mesir yang didukung militer terlihat makin serius untuk menghancurkan Ikhwanul Muslimin. Pihak keamanan menahan pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM) Mohamed Badie di Ibu Kota Mesir, Kairo.

Menurut laporan kantor berita resmi Mesir, MENA, Selasa (20/9), Badie telah dipindahkan ke Penjara Torah, tempat dengan langkah pengamanan intensif. Penjara tersebut merupakan tempat mantan presiden Hosni Mubarak dan dua putranya ditahan.

Badie ditangkap di satu apartemen di Jalan Tayran di Kota Nasr, Kairo Timur-laut. Jalan tersebut berada tepat di belakang Bundaran Rabiah Al-adawiyah, salah satu tempat yang digunakan pendukung presiden terguling Mohamed Mursi untuk mengadakan pertemuan terbuka.

Sementara itu, menurut kantor berita Xinhua, , dua anggota senior Ikhwanul Muslimin, Youssef Ralaat dan Hassan Maleik, ditangkap bersama Badie.

Pada 4 Juli, sehari setelah penggulingan Mursi, penjabat Jaksa Agung Mesir Ahmed Ezz Ed-Din mengeluarkan surat penangkapan terhadap pemimpin utama Ikhwanul Muslimin itu dengan tuduhan “menghasut pembunuhan pemrotes anti-Mursi”.

Wakil Badie, Kirate Esh-Shater, juga termaktub di dalam surat penangkapan tersebut. Sementara itu penyelidikan mengungkapkan mereka telah menyewa penjahat untuk membunuh penentang Mursi di Markas Ikhwanul Muslimin di Kabupaten Muqattam di Kairo.  Antara | Detik