Pemkot Pertahankan Lokasi Toko Buku Sriwedari

Pemkot Pertahankan Lokasi Toko Buku Sriwedari

356

Pasar Darurat Ada Sebelum Lebaran

MENINJAU LOKASI KEBAKARAN--Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Supriyanto (kiri) berbincang dengan warga saat meninjau lokasi kebakaran di pusat penjualan buku murah Kawasan Sriwedari, Solo, Kamis (1/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENINJAU LOKASI KEBAKARAN–Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Supriyanto (kiri) berbincang dengan warga saat meninjau lokasi kebakaran di pusat penjualan buku murah Kawasan Sriwedari, Solo, Kamis (1/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BALAIKOTA-Pemkot Surakarta memastikan tidak akan merelokasi toku buku Sriwedari dijalan Kebangkitan Nasional Laweyan pasca kebakaran. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan keberadaan toko buku luak di Solo yang sudah ada sejak lama.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pasca kebakaran di toko buku Sriwedari Pemkot langsung megelar rapat. Salah satu yang jadi pembahasan dalam rapat, Pemkot tetap mempertahankan toko buku Sriwedari tanpa memindah dilokasi lain.

“Namanya cari buku luak di Solo sudah pasti di Sriwedari, selain disana tidak ada tempat lain,” ujar Rudy, Kamis (1/8).

Dikatakan Rudy, cukup berasalan lokasi toko buku luak Sriwedari tidak direlokasi. Bahkan, keberadaan toko buku disana turut membantu bagi masyarakat miskin yang tidak mampu membeli buku baru membeli di Sriwedari. Yang patut jadi perhatian Pemkot menangani hunian disana untuk ditata.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Satu Panggung untuk Keragaman Bangsa

Demkian secara fisik pembangunannya, Rudy menjelaskan desain tokonya tidak seperti sekarang. Serkulasi udara harus ada karena buku tanpa serkulasi udara akan menimbulkan suasana panas yang dapat merusak buku. “Pemkot akan membantu dalam pembangunan kios buku baru dengan melihat regulasi yang tepat agar tidak menyalahi atauran,” katanya.

Menurut Rudy, pemberian bantuan bagi korban akan diambilkan dari dana tidak terduga karena masuk kategori musibah. Soal kerugian belum dapat dipastikan. Namun, hasil laporan sementara ada 17 kios yang terbakar dan 6 hunian menjadi korban kebakaran. Pasca kebakaran ini sekalian Pemkot akan melakukan penataan dikawasan Kolidor Bayangkara dan Kebangkitan Nasional dikawasan sana.

Seketaris Daerah (Sekda) Budi Suharto mengatakan, pengunaan dana tidak terduga  Rp 2 miliar bisa digunakan untuk bantuan korban kebakaran Sriwedari. Namun, sebelum dilakukan harus melihat kelayakan tersebut patut dibantu apa tidak.

Baca Juga :  Begini Jadinya Jika Walikota dan Rio Haryanto Ikut Kelas Inspirasi Solo Mengajar

“Keberadaan pasar darurat patut diperlukan pasca kebakaran. Meskipun mereka terkena bencana tetap bisa berjualan. Keberadaan pasar darurat tersebut harus ada sebelumlebaran,” katanya.

Menurut Budi, Pembentukan pasar darurat bisa diambilan dari dana tidak terduga. Solusi jangka pendek seperti itu. Namun untuk pemulihan pasca kebakaran diambilkan dana tersendiri dari di APBD-P 2013. Prinsip anggaran tidak terduga hanya untuk tanggap darurat saja, namun pemilihan diambilkan dari APBD.

Rudy menambahkan, pihaknya telah menerjunkan tim dinas terkaiat seperti DPU, Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Disbudpar dan Inoektorat.Tugas mereka melihat kondisi pasca kebakaran karena lokasi kebakaran tercatat didalam aset Pemkot.

“Kawasan penataan Kolidor Bayangkara mengenai kawasan Sriwedari Posisi toko berada di trotoar jalan. Jangan sampai toko dibangun baru tetapi hasilnya mengulang kesalahan sama,” tandasnya. Muhammad Ismail

BAGIKAN