Pemohon Kartu Kuning Membludak

Pemohon Kartu Kuning Membludak

449
KARTU KUNING- Pemohon kartu kuning di Dinsosnakertran Boyolali melonjak tajam Lebaran ini. Kebutuhan kartu kuning meningkat salahsatunya untuk mencari kerja di Jakarta, Kamis (15/8). Joglosemar|Ario Bhawono
KARTU KUNING- Pemohon kartu kuning di Dinsosnakertran Boyolali melonjak tajam Lebaran ini. Kebutuhan kartu kuning meningkat salahsatunya untuk mencari kerja di Jakarta, Kamis (15/8). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Menjelang dan paska Lebaran kemarin, pemohon Kartu Kuning atau Kartu Angkatan Kerja (AK1) di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Boyolali membludak. Pemohon kartu kuning meningkat hingga 120 persen lebih dari hari-hari biasa.

Peningkatan pemohon tersebut menurut Suparso, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertran Boyolali, mulai terjadi sejak H-7 hingga Kamis (15/8) kemarin. Menurut Suparso, pada hari-hari biasa jumlah pemohon hanya berkisar 40-50 orang. Namun di musim Lebaran ini jumlah pemohon meningkat sekitar 100-120 orang pemohon tiap harinya. “Jumlahnya memang membludak, meningkat hingga 120 persen lebih dibanding hari biasa,” ungkap Suparso.

Kebanyakan Kartu Kuning akan digunakan pemohon untuk persyaratan  mencari pekerjaan di kota–kota besar di Jabodetabek. Pasalnya, musim libur Lebaran banyak dimanfaatkan pemudik maupun warga yang hendak kerja di kota besar khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Sulap Sawah Kering di Seberang Kampus Unisri Jadi Lautan Merah Putih

Biasanya para pemohon ini beralasan ikut ke Jakarta bersama saudaranya atau temannya. Mereka butuh Kartu Kuning untuk persyaratan kerja di sana. Selain itu, permohonan Kartu Kuning tersebut sebagian juga digunakan untuk melamar CPNS tahun 2013. Sementara itu terkait dengan penempatan kerja tahun 2013 ini jelas Suparso, terdapat angkatan kerja baru sebanyak 1.320 tenaga kerja yang sebagian ditempatkan di wilayah Boyolali dan luar Boyolali. Penempatan kerja tersebut juga di antaranya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Penempatan juga di wilayah Kalimantan, Batam, serta tenaga kerja keluar negeri seperti Jepang, Malaysia, Korea, Brunei, dan Hongkong,” jelas dia.

Baca Juga :  Dalam Sepuluh Tahun, 47 Persen Mata Air di Eks Karesidenan Surakarta Hilang

Hanya saja penempatan tenaga kerja di luar negeri tersebut lanjut dia, hanya untuk lapangan kerja formal. Sedangkan pengiriman tenaga kerja di sektor informal seperti Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang biasanya dengan tujuan kerja yakni negara Arab Saudi, Kuwait, dan Malaysia tidak dilakukan. Pasalnya hingga saat ini masih diberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja di sektor informal.

Namun untuk pengiriman PRT dengan tujuan Hongkong dan Taiwan, mereka hanya melakukan pekerjaan khusus seperti merawat orang jompo, anak-anak, serta merawat taman. Pasalnya sektor informal di negara tujuan ini tingkat perlindungan dan penghasilan yang cukup lumayan. Ario Bhawono

 

BAGIKAN