JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pemudik Mulai Masuk Boyolali

Pemudik Mulai Masuk Boyolali

319
BAGIKAN
JALUR MUDIK-Pemudik dengan kendaraan bernopol Jakarta mulai masuk di jalur mudik Boyolali, Jumat (2/8). Joglosemar|Ario Bhawono
JALUR MUDIK-Pemudik dengan kendaraan bernopol Jakarta mulai masuk di jalur mudik Boyolali, Jumat (2/8). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Memasuki H-6 Lebaran kendaraan mudik mulai melintas wilayah Boyolali, Jumat (2/8). Pemudik didominasi kendaraan roda empat dengan Nomor Polisi (Nopol) luar kota terutama dari Jakarta dan Jawa Barat.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatlantas AKP Alil Rinenggo membenarkan, berdasarkan pantauan di pos pengamanan, arus mudik bahkan sudah mulai masuk Boyolali sejak Kamis (1/8) malam. “Kemarin malam sudah ada rombongan pemudik dengan bus yang melintas di Boyolali,” ungkap Kasatlantas.

Sementara itu pantauan di sekitar Terminal Sunggingan, sudah cukup banyak kendaraan terutama roda empat dengan Nopol B, D, G, F, dan H yang melintas. Sebagian dari mereka membawa barang-barang yang ditempatkan di bagian atas mobil laiknya pemudik. Selain kendaraan roda empat, beberapa pemudik juga mengendarai sepeda motor. Namun pemudik yang menggunakan sepeda motor masih didominasi dari Jakarta dan Jawa Barat. Sementara pemudik dari sekitaran Jawa Tengah terutama Semarang masih jarang terlihat. Diduga pemudik dengan jarak dekat baru meningkat saat mendekati Lebaran nanti.

Piarto (44), salah satu pemudik mengaku berangkat dari Jakarta Kamis (1/8) pagi dengan tujuan Boyolali. Selama perjalanan menurut dia sudah cukup banyak pemudik dari Jakarta. Dia mengaku mudik lebih awal agar bisa lebih lama di kampung halaman. “Sayangnya kondisi jalan masih bagus tahun kemarin, tapi yang di Boyolali malah sudah bagus,” tutur dia.

Menurut Kasat, diperkirakan puncak arus mudik bakal terjadi pada Minggu (4/8) atau Senin (5/8). Meski demikian petugas yang bertugas di pos pengamanan maupun yang mobile terus mengantisipasi kelancaran lalu lintas, utamanya mengantisipasi kecelakaan. Pihaknya terus memberikan himbauan agar para pemudik maupun warga Boyolali yang berkendara, untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, saat ini peningkatan lalu lintas sudah semakin padat karena jumlah kendaraan yang melintas semakin bertambah. “Kami minta semua masyarakat semakin waspada saat berkendara karena jalan semakin padat,” terang dia.

Sedangkan bagi para pemudik, pihaknya meminta jangan terlalu memaksakan diri jika merasa lelah. Menurut Kasat, sudah disediakan banyak titik rest area di sepanjang jalur lintasan mudik. Diakui Kasat, posisi lintasan di Boyolali merupakan titik kelelahan para pemudik terutama dari wilayah Jakarta.  Di setiap pos pengamanan menurut dia juga memberikan fasilitas bagi para pemudik untuk memulihkan diri. Diharapkan  dengan beristirahat, pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih fit. “Jangan dipaksakan, kalau lelah lebih baik berhenti untuk istirahat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuh dia. Ario Bhawono