Penerapan Kurikulum 2013 Mulai Efektif, Segera Digelar Monev

Penerapan Kurikulum 2013 Mulai Efektif, Segera Digelar Monev

318

“Monev yang dilakukan bukan sampling, tetapi sensus. Setiap sekolah sasaran akan dilihat.”

Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Mendikbud Mohammad Nuh
Muhammad Nuh

JAKARTA-Kendati telah diterapkan mulai awal tahun ajaran baru 2013/2014 pada 15 Juli lalu, pelaksanaan Kurikulum 2013 baru akan efektif berjalan pada 19 Agustus mendatang. Efektifnya pelaksanaan Kurikulum 2013 ini tak lepas dari adanya sejumlah daerah yang selama bulan puasa meliburkan sekolahnya secara total.

“Ada sekolah yang tidak memberikan materi pelajaran reguler, tetapi materi pembentukan karakter. Misalnya di Provinsi Gorontalo,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, seperti dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Rabu (14/8).

Nuh mengatakan, setelah satu bulan pelaksanaan Kurikulum 2013 nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Kegiatan Monev tersebut, kata Mendikbud, akan dilakukan pada akhir Agustus atau awal September. “Monev yang dilakukan bukan sampling, tetapi sensus. Setiap sekolah sasaran akan dilihat,” jelasnya.

Menurut dia, aspek pertama yang akan dilihat selama Monev adalah terkait materi atau bahan ajar. Kegiatan Monev akan melibatkan guru, peserta didik, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah hingga orangtua. “Mereka diminta tanggapan dan kesan terhadap buku. Hal ini diperlukan sebab buku ini akan digunakan sebagai acuan buku pada semester kedua, yang saat ini sedang disusun,” tambahnya.

Aspek lainnya adalah guru, di mana akan dilihat rapor guru mulai saat pelatihan nasional guru inti hingga guru sasaran. Tujuannya adalah ingin diketahui nilainya sebelum dilatih dan sesudah dilatih. “Apabila nilainya rendah akan dicek di lapangan sebagai proses pendampingan,” katanya.

Ditambahkan Nuh, proses pendampingan memang tidak dilakukan dari awal. Alasannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada guru melakukan kegiatan proses belajar mengajar. Selain dinilai terhadap penguasaan materi dan metodologi mengajar, para guru juga akan dinilai kemampuannya dalam melakukan evaluasi. Jika sebelumnya penilaian menggunakan sistem numerik, sekarang dengan sistem deskriptif.

Adapun kegiatan pendampingan melibatkan unsur dari instruktur nasional, guru inti, lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK), serta mahasiswa S2 dan S3 yang memahami konsep kurikulum. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perencanaan implementasi Tahun Ajaran 2014/2015.  Okezone

BAGIKAN