Penghuni Kios Enggan Pindah Jauh dari Sriwedari

Penghuni Kios Enggan Pindah Jauh dari Sriwedari

191
PENGALIHAN PENGELOLAAN ASET--Warga mencari buku yang akan dibelinya di pusat penjualan buku murah di belakang Sriwedari, Solo, Selasa (13/8). Kios buku murah yang selama ini asetnya dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan dialihkan pengelolaannya kepada Dinas Pengelolaan Pasar Kota Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KIOS BUKU SRIWEDARI–Warga mencari buku yang akan dibelinya di pusat penjualan buku murah di belakang Sriwedari, Solo, Foto diambil Selasa (13/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

LAWEYAN—Warga kios Sriwedari enggan pindah jauh dari kawasan Sriwedari yang merupakan sumber penghasilan bagi mereka. Pasalnya, jika harus pindah mereka terancam tak dapat berjualan lagi.

Menanggapi rencana penertiban penghuni kios dan larangan kios sebagai tempat hunian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta,  penghuni kios merasa keberatan. Demikian juga terhadap rencana Pemkot yang akan menawarkan agar para penghuni pindah ke Rusunawa.

“Tempat saya rumah makan. Kalau tidak boleh untuk tidur disitu, susah. Karena saya pagi-pagi sekali harus masak. Ini saja untuk warung saya tidak buka di kios karena tempatnya tidak memungkinkan untuk jualan. Hanya tidur dan masak di kios,” kata Sokinem (75), penghuni kios Sriwedari, pada Joglosemar, Jumat (16/8).

Baca Juga :  Wah, 17 Agustus Tiket Kereta Api Prameks Gratis

Ia mengaku memiliki surat-surat lengkap bukti pembelian kios. “Tiap bulan saya bayar Rp 50.000. Kios ini dulu saya beli Rp 6 Juta. Sudah dibalik nama karena dulu saya mengganti milik orang. Kalau pindah seperti di Rusunawa, jauh dan saya tidak sanggup, sudah tua. Kendaraan juga sulit. Biasanya saya tidur di kios bersama suami,” akunya. Pihaknya berharap supaya pemerintah dapat memberi tempat lagi, namun tetap di lokasi semula. Bahkan ia rela kalau harus tidur di gedung teater lebih lama lagi.

Baca Juga :  Buka Simposium, Presiden Jokowi Ingat Masa Pimpin Solo

Sementara terpisah, Ratinem (50) mengaku berat tentang tawaran untuk tinggal di Rusunawa. Pasalnya selain lokasinya yang jauh, tempat itu dirasa kurang menguntungkan untuk berdagang. “Kalau di Rusunawa tidak bisa untuk jualan, cuma untuk tidur,” katanya.

Pihaknya lebih memilih mencari kos-kosan daripada harus pindah jauh dari Sriwedari. “Kalau di sini dekat dengan tempat hiburan. Gerobak bisa keluar dengan mudah. Kalau masalah tidur di indekos tidak masalah,” imbuh dia. Farrah Ikha Riptayani

BAGIKAN