JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Pentingnya Gigi Susu

Pentingnya Gigi Susu

904
Drg. Jenny Megawati, SpKGA--Dokter Gigi Klinik Cahaya Mitra
Drg. Jenny Megawati, SpKGA–Dokter Gigi Klinik Cahaya Mitra

Banyak orang tua yang menganggap sepele masalah yang muncul pada gigi susu. Mereka beranggapan gigi susu kurang penting karena gigi susu akan digantikan oleh gigi tetap. Padahal, sebenarnya gigi susu ini akan menjadi dasar pertumbuhan gigi dewasa. Gigi susu atau gigi sulung adalah gigi yang sering terabaikan oleh banyak orangtua. Gigi susu terbentuk dari benih gigi-geligi, baik gigi susu maupun gigi tetap, dan pembentukannya telah terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan.

Dokter Gigi Klinik Cahaya Mitra, Drg. Jenny Megawati, SpKGA mengungkapkan biasanya gigi susu pertama akan erupsi atau muncul ke permukaan mulut ketika si anak berumur empat sampai enam bulan. Dan terus melengkapi hingga berjumlah 20 sampai usia tiga tahun. Secara berangsur-angsur pula, gigi-gigi susu ini akan tanggal mulai usia lima sampai enam tahun dan berakhir sampai usia 12-13 tahun. “Meski nantinya digantikan, bukan berarti gigi susu tak butuh perawatan,” jelasnya.

Diungkapkannya, meskipun fungsinya akan digantikan, tak berarti orang tua boleh mengabaikan kesehatan gigi susu. Sebaiknya bila gigi susu sudah muncul ke permukaan pemeliharaan kesehatan dan kebersihan mulut mulai diperhatikan. Jenis makanan dan minuman yang diberikan akan sangat berperan terhadap kesehatan gigi dan mulut. Termasuk juga cara pemberian makanan dan minuman tersebut. “Mulai perawatan gigi seharusnya dimulai sejak gigi susu muncul,” paparnya.

Jika sudah terlanjur rusak, mau tak mau si kecil harus diberikan perawatan khusus. Jangan langsung dicabut, sebab akan sulit menjaga lubang bekas gigi tersebut. Jika ada jeda antara gigi susu satu dengan lainnya, ini akan mengganggu pertumbuhan gigi dewasa. Kendati gigi ini bersifat sementara, fungsinya sangat dibutuhkan oleh anak. Sehingga, bila fungsi gigi ini terganggu, tentu akan mengganggu kegiatan si kecil. Terutama kegiatan makannya. “Akibatnya, bisa saja si kecil jadi malas makan karena giginya sakit. Akibat lebih panjangnya bisa sampai mengganggu tumbuh kembangnya,” jelasnya.

Perawatan gigi pada anak pada dasarnya tidak jauh beda dengan perawatan gigi dewasa. Ajak si kecil ke dokter gigi enam bulan sekali kendati giginya tak sakit. Perkenalkan ia dengan dokter, perawat, peralatan dan ruang praktek. Suasana yang enak akan membuat si kecil merasa nyaman. Minta dokter untuk menjelaskan pada si kecil tentang cara perawatan gigi dan kerusakan yang ditimbulkan jika gigi tak dirawat. Tri Sulistiyani

BAGIKAN