JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Persiapan Sebelum Kehamilan

Persiapan Sebelum Kehamilan

1511
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Bagi pasangan yang sudah menikah tentunya sangat menginginkan kehadiran sang buah hati. Memiliki buah hati yang sehat tentu menjadi dambaan setiap pasangan, sehingga kehamilan adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa kehamilan adalah masa penting bagi ibu dan janin, sehingga diperlukan beberapa persiapan sebelum memasuki masa kehamilan.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki masa kehamilan. Persiapan ini perlu dilakukan supaya ibu dan bayi sehat selama proses kehamilan. Persiapan ini juga akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi setelah lahir nanti.

Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, Dr Andi Oktama, SpOG menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki masa kehamilan. Persiapan yang bisa dilakukan oleh calon ibu antara lain dengan memperhatikan berat badan dan pola makan. Agar mencapai berat badan ideal sebagai calon ibu disarankan untuk memperhitungkan kebutuhan kalori dan nutrisi lain. Perhatikan juga pola makan untuk mencapai berat badan yang ideal. Selain memperhatikan pola makan dapat juga menjaga pemenuhan nutrisi yang baik dikonsumsi sebelum masa kehamilan seperti Asam Folat,  Zat Besi, Zinc, Kalsium, dan Vitamin D. “Salah satu yang perlu diperhatikan adalah asupan makanan dan nutrisinya,” katanya.

Dikatakannya, selain pola makan, sebelum memasuki masa kehamilan pola hidup sehat juga harus diperhatikan. Pola hidup sehat ini diperlukan untuk menjaga kebugaran dan kesuburan calon ibu terutama kesehatan sel telur. Pola hidup sehat yang dapat dilakukan calon ibu yaitu berolahraga rutin selama 15-30 menit atau 60 menit tiga kali dalam satu minggu.  Sebaiknya, calon ibu tidak merokok dan tidak meminum alkohol untuk menjaga kesuburan dan menjaga sel telur. Selain itu, calon ibu juga seharusnya tidak meminum kopi (kafein) karena selain mengganggu kesuburan, kopi juga dapat mengganggu siklus haid apabila dikonsumsi secara berlebihan. “Sudah seharusnya, untuk mempersiapkan kehamilan calon ibu menjalani pola hidup sehat,” jelasnya.

Ketika sedang mempersiapkan kehamilan penting sekali untuk memenuhi kebutuhan asam folat. Asam folat sangat baik untuk calon ibu yang ingin segera hamil. Selain membantu metabolisme sel di awal terjadinya pembuahan, asam folat ini juga akan berguna bagi tumbuh kembang otak bayi nantinya sehingga akan lebih baik jika anda memenuhi asupannya sejak satu bulan sebelum masa persiapan kehamilan. Asupan nutrisi dari asam folat ini bisa anda dapatkan dari beberapa macam multivitamin, sayur-sayuran yang berwarna hijau, kacang-kacangan dan kuning telur. “Asupan asam folat ini penting untuk persiapan kehamilan,” terang dia.

Diungkapkan Dokter Andi, dengan pola makan yang lebih sehat, peluang untuk segera hamil menjadi lebih besar. Ketika sedang mempersiapkan kehamilan, sebaiknya anda menghindari mengonsumsi makanan cepat saji, camilan berkalori tinggi, minuman bersoda serta berbagai macam makanan tidak bergizi lainnya. Sebaliknya, mulailah perbanyak konsumsi sayuran segar, buah-buahan, gandum dan susu rendah lemak agar anda bisa segera hamil. “Satu hal yang perlu diingat, lengkapilah diet persiapan kehamilan ini dengan pola hidup yang sehat,” jelasnya.

Diungkapkannya, hal yang tidak kalah penting untuk mempersiapkan kehamilan adalah chek up ke dokter. Pemeriksaan fisik oleh dokter diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan alat reproduksi ibu. Pemeriksaan ke dokter ini juga diperlukan untuk memastikan kesehatan kandungan calon ibu sebagai tempat pertumbuhan janin nantinya. Ada baiknya juga, sebelum memasuki masa kehamilan, wanita memahami siklus haidnya sendiri. Dengan mengetahui siklus haid, wanita akan tahu kapan masa suburnya, yang sangat baik untuk waktu pembuahan. “Ada baiknya, seorang wanita mengenali siklus haidnya,” katanya.

Dia menambahkan, dalam mempersiapkan kehamilan, sebaiknya calon ibu menghindari stres berlebih. Kondisi kejiwaan bisa sangat mempengaruhi kandungan, oleh karena itu orang tua harus mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi proses ini. Selama sembilan bulan masa kehamilan, biasanya terjadi perubahan-perubahan psikologis tidak hanya pada ibu tetapi juga pada ayah calon bayi. Selama sembilan bulan, emosi kita dapat terperas olehnya. Dalam hal ini, dukungan suami kepada istri sangat dibutuhkan. “Yang tidak kalah penting adalah persiapan mental calon ibu dalam menghadapi kehamilan. Mencari informasi mengenai kehamilan akan membantu ibu mempersiapkan diri menghadapi kehamilan,” terang dia. Tri Sulistiyani