JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Pertamina: Konsumsi BBM Bersubsidi Mulai Berkurang

Pertamina: Konsumsi BBM Bersubsidi Mulai Berkurang

288

pertaminaSOLO- PT Pertamina Pemasaran Region IV Jateng dan DIY, mengklaim mampu menekan tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut sepanjang Lebaran 2013.

Hal tersebut terungkap dari hasil evaluasi Pertamina Jateng dan DIY, perihal penyerapan konsumsi bahan bakar untuk kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi Jateng maupun DIY selama Idul Fitri 2013.

Assistent Manager External Relation PT Pertamina Pemasaran Region IV Jateng dan DI Yogyakarta, Roberth Marchelino Verieza mengatakan, jika diitung dari data harian selama H-7 hingga H+7 Lebaran 2013 total konsumsi BBM rata-rata naik 50 hingga 100 persen dari kondisi normal. “Dan puncak konsumsi BBM tertinggi terjadi pada H-1 dan H+3 kemarin,” kata Roberth, Jumat (23/8).

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan situasi Lebaran tahun lalu hanya terdapat peningkatan konsumsi BBM sekitar 4 persen. Kenaikan konsumsi BBM itu, terjadi untuk BBM jenis premium mulai H+7 dan H-7 untuk solar. Sebab, banyak kendaraan berat seperti angkutan tronton dan kontainer dilarang beroperasi.

“Jadi, lonjakan konsumsinya tidak terlalu banyak sedangkan untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum pun hanya naik 5 persen,” terang Roberth.

Adapun konsumsi BBM pertamax, kini mulai beranjak naik. Bahkan, pihak perseroan mampu menemukan lonjakan konsumsi. Hal ini dikarenakan, telah terjadi perubahan perilaku masyarakat dimana mayoritas dari mereka memilih memakai pertamax dengan alasan fleksibilitas pembelian.

Diestimasikan, jika pada konsumsi harian masih mencapai ratusan ton maka ketika memasuki arus mudik Lebaran kemarin karena didukung faktor kemudahan serta kecepatan pembelian maka yang melejit justru konsumsi pertamax dan pertamax plus di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tiap daerah.

Disinggung mengenai total konsumsi premium bersubsidi setiap hari, Roberth menegaskan, kini sebanyak 12.000 hingga 16.000 ton. Ketika sedang memasuki peak season, konsumsinya mampu meningkat sampai 16.000 per hari. “Untuk konsumsi pertamax dan pertamax plus kini masih di bawah 1.000 ton sehari,” ucap Roberth.

Mengenai potensi titik kemacetan yang berpotensi menghambat kelancaran distribusi BBM di Jateng, Roberth menyampaikan, selama Lebaran sudah diantisipasi dengan bekerja sama dengan aparat kepolisian wilayah Jateng untuk membagi jalur utama alternatif.  Fariz Fardianto

BAGIKAN