JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pesta Rakyat Telan Rp 1,9 M

Pesta Rakyat Telan Rp 1,9 M

1219
BAGIKAN
PENDAPA KABUPATEN-Pendapa Kabupaten Boyolali yang baru di Kompleks perkantoran Kelurahan Kemiri Kecamatan Mojosongo selesai dibangun dan siap digunakan untuk boyongan tanggal 4 September nanti, Kamis (29/8). Joglosemar|Ario Bhawono
PENDAPA KABUPATEN-Pendapa Kabupaten Boyolali yang baru di Kompleks perkantoran Kelurahan Kemiri Kecamatan Mojosongo selesai dibangun dan siap digunakan untuk boyongan tanggal 4 September nanti, Kamis (29/8). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Boyongan Pemkab Boyolali untuk menempati kompleks kantor terpadu di Kelurahan Kemiri Kecamatan Mojosongo akan dimeriahkan dengan pesta rakyat.  Pemkab Boyolali  dialokasikan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar untuk pesta rakyat ini. Salah satu kegiatan yang diadakan untuk pesta rakyat ini adalah pesta kembang api yang dialokasikan senilai Rp 40 juta.

Demikian diungkapkan Bupati Boyolali Seno Samodro, Kamis (29/8). Menurut Bupati, biaya untuk boyongan tersebut masuk dalam belanja langsung APBD. Hanya saja ploting anggaran masuk pada masing-masing Satuan Kerja (Satker) yang terlibat. “Dananya sekitar Rp 1,9 miliar untuk pesta rakyat dalam rangka boyongan kantor,” ungkap Bupati.

Bupati menerangkan pesta rakyat ini terdiri dari 26 26 event besar, di antaranya yakni pekan expo Boyolali, karnaval dan kirab budaya, terjun payung, pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Manteb Sudarsono, pengajian MH Ainun Najib,  konser dangdut. Puncak event ditutup dengan konser musik menghadirkan Republik Cinta Manajemen yang dikomandani Ahmad Dani. Konser musik tersebut akan digelar tanggal 28 September di alun-alun Boyolali yang baru di Kemiri.

Bupati berharap dengan pesta rakyat ini, masyarakat dapat menikmati pesta dan juga mengenal keberadaan kompleks kantor yang baru. Hal ini sebagai wujud janji saat Bupati maju pada Pilbup kemarin. “Harapan kami dengan kantor yang baru, ada semangat yang baru.Dan yang paling utama pembangunan Boyolali untuk kesejahteraan rakyat akan lebih baik lagi,” jelas Bupati.

Sekda Boyolali Sri Ardiningsih menambahkan, kegiatan boyongan dimulai tanggal 24 hingga 28 September mendatang. Sehingga mulai 5 September, pelayanan Kantor Bupati sudah dilayani di kantor yang baru. Boyongan akan diawali dengan doa bersama oleh pemuka agama yang ada di Boyolali, baik dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Doa bersama ini juga dimaksudkan sebagai bentuk kebersamaan berbagai umat beragama di Boyolali untuk membangun Kota Susu ini.

Sementara itu, sejumlah pihak menyayangkan adanya pesta rakyat dalam rangka boyongan kantor Pemkab tersebut dengan menghabiskan dana sampai miliaran. “Itu kan dana APBD, harusnya uang rakyat itu tidak dihambur-hamburkan. Masih banyak program yang lebih mendesak. Seperti pengentasan kemiskinan, perbaikan jalan yang banyak rusak, perbaikan gedung sekolah dan lainnya,” ungkap Gombloh Sudarwanto, Sekretaris Barisan Merah Putih Pengging (BMPP).

Gombloh mempersilakan menggelar pentas musik atau pesta yang lain, tetapi harus dilihat bagaimana kondisi di Boyolali. Selain itu seharusnya tidak memakai dana rakyat tetapi menggandeng sponsor. “dana sebesar itu kan bisa dipakai memperbaiki irigasi yang banyak rusak, membantu petani yang gagal panen, dana pendidikan rakyat dan sosial lain karena di Boyolali masih banyak persoalan sosial yang belum tertangani dengan baik,” tambahnya.  Ario Bhawono | Anas S

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here