JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Petani Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus

Petani Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus

335
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO- Ngato Pawiro (60), warga Dukuh Grogol RT 2/ RW V Desa Kenokorejo, Polokarto ditemukan tewas di sawah, Selasa (20/8). Korban diketahui tewas akibat terkena listrik jebakan tikus yang sengaja dipasang oleh petani.

Informasi yang diterima menyebutkan, korban meninggalkan rumah untuk ke sawah sekitar pukul 05.30 pagi. Dirinya berniat mengairi sawahnya agar tidak mati. Namun, dirinya mendapati korban ditemukan oleh tetangganya dalam kondisi tidak bernyawa di area sawahnya. Dugaan sementara, korban terpeleset, jatuh, dan menimpa kabel yang telah aliri listrik guna membunuh tikus-tikus yang merusak tanaman padinya.

Salah seorang saksi mata, Mariman mengatakan dirinya kaget berada di lokasi kejadian perkara. Niat warga Dukuh Kemasan RT 1/ RW III Kemasan, Polokarto untuk mengambil bibit padi di sawahnya harus terhenti seketika setelah melihat korban tergeletak dipingir sawah. Dirinya pun langsung berteriak dan meminta tolong. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Polokarto.

“Mendapati korban tidak beryawa langsung berteriak minta tolong pada petani petani lainnya,” paparnya

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari melalui Kapolsek Polokarto, AKP Sri Anggono menjelaskan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. Dia menyebutkan, warga yang menjadi saksi Mariman memanggil rekannya, Suharto dan melaporkan kejadian tersebut kepadanya. Ketika sampai di TKP, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga jasat Ngato diserahkan kepada pihak keluarganya.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya meminta kepada semua petani tidak menggunakan sistem listrik atau setrum untuk membunuh tikus. Pasalnya, cara tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi. Terbukti jebakan tikus dengan menggunakan listrik sudah merenggut satu krban jiwa.

“Kami berharap petani bisa menggunakan metode lain yang lebih aman untuk memberantas tikus. Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi di Sukoharjo, terutama wilayah Kecamatan Polokarto,” kata Anggono. Murniati

BAGIKAN