JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pilkades Putaran ke-5 Dijaga Ketat

Pilkades Putaran ke-5 Dijaga Ketat

263
BAGIKAN
PILKADES KELIMA- Sejumlah anggota Linmas Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo berjaga di bilik suara menjelang Pilkades putaran kelima yang akan digelar hari ini, Kamis (22/8). Joglosemar|Ario Bhawono
PILKADES KELIMA- Sejumlah anggota Linmas Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo berjaga di bilik suara menjelang Pilkades putaran kelima yang akan digelar hari Kamis (22/8). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI –Pilkades fenomenal Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo putaran kelima digelar hari Kamis (22/8).  Petugas keamanan akan menjaga jalannya Pilkades guna antisipasi gejolak massa.

Pilkades Dlingo yang harus diulang hingga ke-empat kalinya ini merupakan Pilkades yang fenomenal dan menjadi sorotan banyak kalangan. Pasalnya, hingga Pilkades ulang ketiga, Pilkades selalu dimenangkan oleh kotak kosong dengan  selisih cukup telak. Bahkan sebelum Pilkades ulang ketiga lalu, kondisi desa sempat panas dan diwarnai pengrusakan kantor balaidesa setempat. Bahkan saat ini sejumlah warga ditahan polisi sebagai tersangka pelaku pengrusakan.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kabag Ops Polres Boyolali, Kompol I Wayan Sudhita mengungkapkan, pengamanan Pilkades Dlingo hari ini dilakukan dengan mengerahkan dua peleton pasukan Dalmas, satu peleton intel dan Reskrim, satu peleton Brimob, dan satu regu dari Koramil setempat serta sejumlah anggota Polsek Mojosongo. Pengamanan akan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup, menjelang hingga beberapa hari paska Pilkades. Pengamanan di Dlinggo akan dilakukan tergantung situasi yang berkembang di masyarakat Dlingo. “Kekuatan yang diturunkan sama saat Pilkades ulang ketiga kemarin,” ungkapnya, Rabu (21/8).

Sementara itu menurut Sekretaris Pilkades Dlingo, Suwandi, untuk pelaksanaan Pilkades ulang keempat ini jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap sama. Begitu pula dengan pendanaan sekitar Rp 24 juta, sudah didapat dari tiga sumber pendanaan yaitu Rp 15 juta ditanggung Pemkab, 30 persen dana dari calon, dan sisanya dari sumbangan pihak ketiga. Meski demikian menurut dia, Pilkades kali ini diprediksi akan lebih baik mengingat sampai saat ini masih terlihat antusiasme dari kalangan warga. “Undangan sudah kami sebar jauh-jauh hari, kami berharap Pilkades ini tidak berlarut-larut demi kebaikan desa,” ujar dia.

Terpisah, mengenai fenomena Pilkades Dlingo ini, kalangan DPRD Boyolali menegaskan tidak ada intervensi dan seluruhnya diserahkan ke masyarakat Desa Dlingo sendiri. Demikian ditegaskan S Paryanto, Ketua DPRD Boyolali. “Tidak ada intervensi dan dijamin sesuai Perda yang berlaku,” tegas dia. Sesuai Perda Pilkades, calon tunggal yakni Tahanta harus mampu meraih suara 50 persen tambah satu untuk memenangi Pilkades. Jika kembali gagal, maka sesuai Perda Pilkades tetap akan diulang kecuali sang calon mundur.

Lebih lanjut Paryanto menjelaskan pihaknya bersama eksekutif terus mencari solusi terbaik dalam menyikapi Pilkades Dlingo, termasuk kemungkinan perubahan Perda. Hanya saja perubahan tersebut tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Saat ini pihaknya berharap kajian akademis atas perubahan Perda sudah dapat diajukan tahun ini. Sehingga nantinya bisa masuk program legislasi daerah dan masuk pembahasan tahun depan.

Sebaliknya, Wakil Ketua DPRD Fuadi justru mempertanyakan dana bantuan Pemkab penyelenggaraan Pilkades ulang tersebut. Menurut dia, pemberian bantuan dana itu menyalahi aturan yang berlaku karena dianggap mendahului anggaran. Ario Bhawono