JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar PKS-Golkar Bahas Pengganti Yu-Ro di DPRD

PKS-Golkar Bahas Pengganti Yu-Ro di DPRD

259
BAGIKAN

KARANGANYAR—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar masih melakukan pembahasan terkait pergantian sementara untuk jabatan wakil ketua DPRD yang ditinggalkan oleh Juliyatmono dan Rohadi Widodo. Seperti diketahui, Juliyatmono dan Rohadi Widodo diharuskan nonaktif dari jabatannya karena mencalonkan diri dalam pemilihan bupati (Pilbup) Karanganyar 22 September mendatang.

Ketua DPD PKS Karanganyar, Syamsul Bahri mengatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan Golkar untuk menentukan sikap terkait nonaktifnya pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yu-Ro). “Saat ini masih kita bahas dengan Golkar sehingga belum diputuskan. Ini memang kita lakukan bersama untuk menyamakan keputusan,” ungkapnya, Kamis (15/8).

Menurut Syamsul, ada dua alternatif yang menjadi pertimbangan PKS dan Golkar menyikapi kosongnya posisi yang ditinggalkan Yu-Ro. Yakni membiarkan posisi itu tetap kosong atau mengisi posisi tersebut dengan seorang Pelaksana Tugas (Plt).

Setelah ditinggalkan Yu-Ro, posisi pimpinan DPRD saat ini hanya diisi oleh Ketua DPRD Sumanto dari F-PDIP dan Wakil Ketua DPRD Tri Hariyadi dari F-Partai Demokrat. Kedua pimpinan tersebut merupakan pendukung dari pasangan Cabup-Cawabup Paryono-Dyah Shintawati (Pasti). “Kami masih memikirkan mana yang akan diambil. Karena ini bernuansa politis sekali. Jika dikosongkan apakah nanti ada masa-masa peristiwa yang harus memutuskan hal penting atau tidak,” ungkapnya.

Namun demikian, Syamsul memastikan dalam waktu dekat keputusan terkait dua kursi pimpinan DPRD tersebut akan diputuskan. “Dalam waktu dekat ini, dalam hitungan hari pasti akan kami sampaikan, pilihan mana yang akan diambil PKS dan Golkar untuk kekosongan dua kursi pimpinan DPRD itu,” tandasnya

Ketua DPD Golkar Karanganyar, Juliyatmono berpendapat pihaknya akan mengisi jabatan wakil ketua DPRD jika pasangan Yu-Ro berhasil memenangkan Pilbup. Sedangkan untuk masa nonaktif hingga 22 September nanti, kemungkinan jabatan tersebut akan dikosongkan. “Nonaktif itu kan hanya sementara tidak menjalankan tugas,” katanya. Muhammad Ikhsan