JOGLOSEMAR.CO Foto Polisi Menyita Daging Sapi Bercampur Babi di Wonogiri

Polisi Menyita Daging Sapi Bercampur Babi di Wonogiri

523

Dijadikan Bakso, Dilabeli sebagai Daging Sapi Murah

Kabar tentang peredaran daging sapi yang dicampur daging babi, terbukti bukan isapan jempol semata. Rabu (31/7) lalu, Jajaran Polres Wonogiri menyita seratusan daging oplosan tersebut.

DIMUSNAHKAN- Daging sapi bercampur babi dituang ke lubang untuk kemudian dibakar, Kamis (1/8). Daging-daging itu mulai membusuk setelah diamankan polisi bersama mobil pengangkutnya, Rabu (31/7) dini hari. Joglosemar | Eko Sudarsono
DIMUSNAHKAN- Daging sapi bercampur babi dituang ke lubang untuk kemudian dibakar, Kamis (1/8). Daging-daging itu mulai membusuk setelah diamankan polisi bersama mobil pengangkutnya, Rabu (31/7) dini hari. Joglosemar | Eko Sudarsono

Sebuah mobil Mitsubishi Strada Triton Pick Up dengan nomor polisi AD 1806 XX, dihentikan oleh polisi saat melintas di Jalan Raya Giriwoyo-Baturetno, tepatnya di wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Rabu (31/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah digeledah, di bak mobil tersebut terdapat puluhan kilogram daging sapi, babi, tetelan, jeroan dan bola-bola bakso.

Tiga orang dalam mobil tersebut diamankan polisi. Yakni Suroyo (63), Karsiyem (47), dan Heri Susanto (25) yang semuanya warga Dusun Mandeyan, Desa Pucanganom, Giritontro. Dari hasil interogasi, Karsiyem dan Suroyo berjualan daging di Pasar Baturetno sejak 19 tahun lalu.

Adapun barang bukti yang diamankan selain mobil adalah dua ember daging sapi kualitas biasa, masing-masing ember berisi 70 kilogram daging. Lalu satu ember berisi 15 potong daging babi, satu plastik daging babi seberat 10 kilogram, 10 kilogram daging sapi super, 20 kilogram tepung gandum, serta sejumlah jeroan, lidah sapi, kikil, otak, tulang, dan bakso.

Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani mengatakan, ketiga orang itu belum ditahan dan masih sebatas dimintai keterangan. Sementara itu, sebagian daging dan bakso diambil sebagai sampel untuk diuji di laboratorium. Hasil uji laboratorium itulah yang akan dijadikan penentu, bersalah atau tidaknya ketiga orang tadi. “Termasuk bakso yang diduga juga campuran tetelan sapi dan babi akan dicek di laboratorium dengan bantuan dinas terkait,” jelas Kapolres, Kamis (1/8).

Dituturkan pula, Heri bekerja di pemotongan sapi milik Suroyo, suami Karsiyem sejak satu tahun lalu. Sehari-hari, dirinya bertugas menyembelih sapi bersama satu rekan lain. Dari pengakuannya, majikannya itu baru sekitar lima bulan ini menjual daging babi. “Dia ikut di mobil karena sekalian menumpang ke Pasar Baturetno. Menurutnya, daging babi yang tidak habis dibawa pulang dan disimpan di freezer lalu esoknya dijual lagi. Dia tidak tahu dari mana majikannya membeli daging babi itu,” terangnya.

Sedangkan baik Karsiyem dan Suroyo, kepada petugas mengaku berjualan daging babi baru sekitar lima bulan ini. Daging dibeli dengan harga Rp 50.000 per kilogram dari warga Kartosuro dan dijual kembali Rp 60.000 per kilogram. Tiap kali pembelian sekitar 50 kilogram.

“Katanya hanya dijual kepada pembeli yang mau saja. Tapi diduga menyamarkan dengan menjual daging sapi murah, istilahnya daging murah. Jadi sapi dicampur babi sehingga harga jual bisa lebih murah. Tapi masih dicek apa memang ada campur seperti itu. Untuk bakso dikatakan dibuat dari tetelan daging sapi dan tetelan babi,” lanjut dia.

Meski begitu, keduanya justru mengatakan yang menjual daging oplosan adalah warga yang juga tetangganya yang biasa jualan daging di Pasar Pracimantoro. Oleh karena itu kasus ini masih dikembangkan. Kemarin, daging sitaan yang mulai membusuk itu dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Rully Pramono Retno mengatakan, sampel daging dan bakso dibawa ke dinas serupa di Boyolali karena alat di sana lebih komplet. “Hari ini juga sampel diantar ke sana, untuk hasil masih menunggu. Yang jelas kalau yang namanya daging murah, sebaiknya tidak usah dibeli karena kalau tidak oplosan biasanya daging tidak sehat,” jelas dia. (*) Eko Sudarsono

BAGIKAN