JOGLOSEMAR.CO Foto Polisi Periksa Sinuhun dan Gusti Moeng

Polisi Periksa Sinuhun dan Gusti Moeng

517

Pemeriksaan terhadap Sinuhun kita lakukan secara normatif saja.” Kompol Rudi Hartono | Kasat Reskrim Polresta Surakarta

KISRUH KERATON--Seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dari pihak Lembaga Adat terlibat keributan dengan pihak Tedjowulan di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (26/8). Keributan tersebut bermula saat akan diadakannya Pengukukan Maha Menteri Tedjowulan yang diselenggarakan di Sasono Mulyo Keraton Kasunanan Surakarta. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KISRUH KERATON–Seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dari pihak Lembaga Adat terlibat keributan dengan pihak Tedjowulan di Keraton Kasunanan Surakarta, Foto diambil Senin (26/8). Keributan tersebut bermula saat akan diadakannya Pengukukan Maha Menteri Tedjowulan yang diselenggarakan di Sasono Mulyo Keraton Kasunanan Surakarta. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BANJARSARI- Jajaran Polresta Surakarta telah memeriksa 26 orang, termasuk Raja Keraton Surakarta, Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi serta GKR Koes Moertiyah. Hal itu merupakan bagian dari penyelidikan terkait peristiwa bentrok keraton yang terjadi Senin (26/8) lalu.

Hal tersebut jelas dikatakan Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Rudi Hartono saat dihubungi sejumlah wartawan Kamis (29/8) sore. Ia menjelaskan, Sinuhun dalam menjalani pemeriksaan tidak didampingi oleh penasihat hukum.

“Pemeriksaan terhadap Sinuhun kita lakukan secara normatif saja. Hal itu sebagai langkah lanjut Polresta dalam menangani permasalahan terkait adanya perusakan pintu Sasonoputro itu, serta kasus pemukulan dan dugaan penekanan baik fisik maupun psikis terhadap Hangabehi,” terang Kasat Reskrim.

Di sisi lain, Kapolresta Surakarta sempat menginformasikan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 26 orang saksi untuk dimintai keterangan. Tidak hanya Sinuhun, namun Kapolresta mengaku dari 26 orang yang diperiksa empat di antaranya GKR Koes Moertiyah (Gusti Moeng), Begug Purnomosidi, KP Eddy Wirabhumi, dan KRH Bambang Pradotonagoro.

Diketahui sebelumnya, bersamaan dengan pemeriksaan, polisi juga sudah mengamankan satu unit mobil Toyota Hardtop warna putih dengan Nopol AD 8430 DG. Mobil itu digunakan untuk merusak pintu Sasonoputro dengan cara ditabrakkan.

Menurut informasi yang dihimpun Joglosemar, mobil yang bagian belakangnya ditempeli stiker salah satu partai politik tersebut, merupakan milik Begug Poernomosidi. Mantan Bupati Wonogiri itu kini menjadi orang kepercayaan Raja PB XIII.

“Yang jelas untuk hal tersebet, kita fokuskan penyelidikan pada pengumpulan bahan dan keterangan dari para saksi, dan untuk tersangka belum kita tetapkan,” imbuh Kasat Reskrim.

Sementara itu, seorang kerabat keraton yang pro-rekonsiliasi GPH Madukusumo berharap Pemkot Surakarta turun tangan untuk menghentikan latihan pencak silat di Sasonomulyo.   Menurut sosok yang akrab disapa Gusti Madu, latihan itu hanya kamuflase yang dilakukan oleh kubu KP Edy Wirabhumi.

“Nanti kami akan menyurati Walikota, intinya kami atas nama warga Baluwarti keberatan dengan adanya latihan yang diadakan di Sasonomulyo. Kami minta agar latihan itu dihentikan,” ungkapnya dalam jumpa pers di kediamannya.

Di sisi lain ia khawatir jika kondisi sudah sangat genting, Sinuhun PB XIII akan menggunakan kewenangannya untuk mencabut gelar GKR Wandansari (Gusti Moeng) dan KP Edy Wirabhumi.

“Saya khawatir, kalau Sinuhun emosi bisa saja gelarnya (GKR Wandansari dan KP Edy Wirabumi) dicopot. Jadi mereka tidak mempunyai gelar lagi dan tidak bisa berbuat apa-apa,” terangnya. Rudi Hartono | Ari Purnomo

BAGIKAN