JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Program Siswa Tertib Berkendara Sosialisasi Rampung, Pelanggar Ditindak Tegas

Program Siswa Tertib Berkendara Sosialisasi Rampung, Pelanggar Ditindak Tegas

355
BAGIKAN

“Saat ini memang sudah masuk tahap realisasi. Jadi siswa yang kedapatan melanggar bakal ditindak secara tegas oleh petugas.”

Kelik Isnawan, Kepala Bidang Pemuda Disdikpora Solo

ilustrasi
ilustrasi

SOLO-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo telah menghentikan sosialisasi terkait program siswa tertib kendaraan bermotor di sekolah-sekolah. Evaluasi program tahap kedua pun bakal dilakukan pada akhir Agustus mendatang.

Disampaikan Kepala Bidang Pemuda Disdikpora Solo, Kelik Isnawan, program siswa tertib kendaraan bermotor saat ini telah memasuki tahap realisasi, sehingga siswa yang belum membawa kendaraan bermotor maupun yang sudah berhak namun belum memiliki SIM akan ditindak tegas oleh petugas.

“Saat ini memang sudah masuk tahap realisasi. Jadi siswa yang kedapatan melanggar bakal ditindak secara tegas oleh petugas. Kemudian untuk evaluasi tahap kedua rencananya akan digelar sekitar akhir Agustus mendatang,” terang Kelik kepada Joglosemar, Rabu (31/7).

Sementara itu, berdasar data yang dihimpun Joglosemar dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo, selama bulan Juni lalu, tercatat sebanyak 169 pelajar yang tertangkap melakukan pelanggaran dengan tidak memiliki SIM, sedangkan pada bulan Juli ini baru menunjukkan 73 pelajar.

Menurut Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Matrius, jumlah tersebut mengalami penurunan karena intensitas pelajar masuk sekolah di bulan Juli lebih sedikit dibandingkan dengan bulan Juni. “Meskipun secara angka menunjukkan penurunan, namun diketahui bulan Juli sebenarnya lebih singkat waktunya. Dan hasilnya lebih banyak,” ungkapnya saat ditemui Joglosemar di ruang kerjanya kemarin.

Matrius menuturkan, masa transisi program siswa tertib berkendara telah usai 8 Juni yang lalu. Dan setelahnya, mulai dilakukan penindakan secara tegas sesuai peraturan bagi pelanggaran yang terjadi. “Kami menjalankan program ini dengan tiga tahap yakni pertama dengan memberikan pemahaman pada para pelajar agar tercipta kondisi yang tidak terjadi pelanggaran. Kedua, tindakan preventif dengan pengaturan di jalan saat siswa masuk keluar sekolah. Pada tahap ini mereka baru diberikan teguran. Kemudian terakhir tahap prefesif dimana kami melakukan tindakan tegas dengan tilang,” imbuhnya.

Setelah terjaring melalui patroli, barang bukti kendaraan motor tidak boleh diambil oleh siswa. Dalam hal ini, dihadirkan orang tua siswa di hadapan petugas kepolisian dan siswa membuat surat pernyataan tidak akan melanggar peraturan lagi. “Kemudian laporan kami teruskan ke pihak sekolah siswa yang terjaring. Diharapkan pihak sekolah mampu membantu agar anak tidak terbiasa melakukan pelanggaran. Rencananya, setelah Lebaran akan semakin digiatkan patroli untuk siswa berkendaraan motor tapi belum memiliki hak SIM ini,” paparnya.

Triawati Prihatsari Purwanto