Rambut Rontok Karena Keturunan

Rambut Rontok Karena Keturunan

381
ilustrasi
ilustrasi

Rambut yang mengalami kerontokan seringkali membuat kepercayaan diri seseorang menurun. Selain disebabkan oleh faktor kesehatan dan kebersihan rambut, sering dikatakan rambut rontok juga disebabkan oleh faktor genetika. Benarkah demikian?

“Ini yang sering menjadi pertanyaan, namun sebaiknya dikenali dulu jenis rontoknya. Rambut rontok itu ada dua jenis, hair fall dan hair loss,” papar dr Eddy Karta, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin RSCM. Menurut dr Eddy, hair fall merupakan kerontokan yang disebabkan oleh berkurangnya kolagen. Kolagen merupakan salah satu protein yang menyusun tubuh manusia. Keberadaannya kurang lebih mencapai 30 persen dari seluruh protein yang terdapat di tubuh, termasuk di rambut.

“Jika kolagennya sudah berkurang, maka sel rambut akan mati, berhenti tumbuh, dan kemudian rontok. Biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti melakukan diet ketat, sedang hamil, setelah melahirkan, atau mungkin sedang sakit,” ungkap dr Eddy. Namun meskipun demikian, menurut dr Eddy hal ini masih bisa dibilang wajar dan tidak akan terlalu mengganggu karena secara alami rambut akan tumbuh kembali.

“Sementara hair loss itu rontoknya rambut tanpa ada gantinya kembali secara perlahan-lahan pada bagian tertentu. Biasanya disebut kebotakan. Walaupun bisa juga dialami oleh sebagian kecil perempuan, tapi biasanya lebih sering dialami oleh laki-laki dan bersifat genetik. Jadi kalau ayahnya botak, maka kemungkinan besar anak laki-lakinya juga akan mengalami kebotakan,” ungkap dr Eddy.
Kondisi hair loss tidak hanya bisa dialami oleh lansia, dr Eddy mengungkapkan justru biasanya sering dialami oleh laki-laki yang mulai berusia 25-27 tahun.

Sebagai bentuk pengobatan, untuk hair fall bisa dilakukan dengan memilih shampo yang khusus untuk rambut rontok. Konsumsi juga makanan dengan protein tinggi seperti seafood, daging, dan kacang-kacangan. Pemakaian bahan alami seperti kemiri menurut dr Eddy bisa dilakukan juga untuk hair fall, yang penting dilakukan secara rutin. dr Eddy juga berpesan untuk menyisir secara perlahan, apalagi jika rambutnya sedang kusut. “Kadang kalau rambut sedang kusut kan dipaksakan, ini juga bisa menimbulkan rontok. Sisir perlahan dengan tangan sampai kusutnya hilang baru gunakan sisir kembali,” ujar dr Eddy.

Untuk hair loss, dr Eddy menyarankan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit. Sebab pengobatannya akan lebih efektif jika diberikan kombinasi obat minum dan serum khusus dari dokter. Detik

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR