JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Rekrutmen CPNS Honorer Diundur

Rekrutmen CPNS Honorer Diundur

345

ilustrasi cpns 2BOYOLALI –Pelaksanaan tes CPNS bagi 1.191 tenaga honorer Kategori II (K-II) yang sedianya direncanakan akhir Juni atau awal Juli kemarin, ternyata diundur dan direncanakan kembali pada September mendatang.

Terkait ini, Untung Rahardja, Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Boyolali menyatakan, pelaksanaan tes terpaksa diundurkan lantaran pihaknya belum mendapat kepastian dari pemerintah pusat. Ia mengatakan dalam rekrutmen CPNS Honorer ini, daerah hanya berlaku sebagai fasilitator pelaksana, yakni sebagai fungsi administrasi dan penyedia lokasi tes saja. Sementara koreksi sepenuhnya terkait pelaksanaan tes CPNS dari honorer tersebut berada di tangan pemerintah pusat sepenuhnya. “Setelah konsultasi dengan pusat Rekrutmen CPNS Honorer diundur September mendatang, untuk tanggalnya belum dipastikan,” ungkap Untung, Selasa (13/8).

Untung juga menegaskan, meski jumlah tenaga honorer yang akan ikut tes sebanyak 1.191 orang, namun pihaknya tidak mengetahui kuota yang akan diterima. Sebaran tenaga honorer K-II itu sendiri di antaranya pada posisi guru, perawat, serta tenaga teknis lainnya. Sedangkan mengenai target, pihaknya berharap agar semua tenaga honorer yang masuk K-II dapat lolos tes rekrutmen dan dapat diangkat menjadi CPNS.

Hal ini karenakan Pemkab Boyolali berupaya memprioritaskan pengangkatan CPNS dari tenaga honorer. Terlebih setelah diketahui bahwa Pemkab Boyolali tidak dapat melakukan rekrutmen CPNS dari formasi umum, lantaran beban belanja pegawai masih di atas 50 persen ABPB.

Untuk itu pihaknya berharap semua tenaga honorer dapat lolos tes rekrutmen mendatang. Setidaknya keberadaan para honorer ini dapat mengisi kekurangan PNS paska kebijakan moratorium beberapa tahun kemarin. Selama moratorium, menurut Untung rata-rata setiap tahunnya jumlah PNS Boyolali berkurang antara 500-600 orang karena pensiun atau meninggal dunia. Sementara jumlah PNS di Boyolali menurut Untung mencapai jumlah ideal sekitar 13 ribuan dan saat ini tinggal 11.750 orang. Ario Bhawono

BAGIKAN