JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Rektor UGM Tinjau KKN di Kulonprogo

Rektor UGM Tinjau KKN di Kulonprogo

274
BAGIKAN
SARASEHAN—Rektor UGM Prof Dr Pratikno memberikan sambutan dalam sarasehan dengan perwakilan masyarakat di Desa Hargorejo, Kulonprogo, Kamis (1/8).
SARASEHAN—Rektor UGM Prof Dr Pratikno memberikan sambutan dalam sarasehan dengan perwakilan masyarakat di Desa Hargorejo, Kulonprogo, Kamis (1/8).

KULONPROGO– Rektor UGM Prof Dr Pratikno meninjau lokasi kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM di Desa Hargorejo, Kokap, Kulonprogo, Kamis (1/8). Kunjungan Rektor beserta rombongan dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan salah satu program KKN Keistimewaan DIY untuk pendataan penduduk miskin dan potensi desa.

“KKN sekarang ini, porsi pendataan lebih besar dari programnya. Berikutnya, porsi pendataan semakin kecil, tapi program semakin besar,” kata Pratikno dalam sarasehan dan dialog langsung dengan perwakilan masyarakat di Balai Desa Hargorejo. Dalam dialog tersebut, Pratikno didampingi  Wakil Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo dan Koordinator KKN Keistimewaan DIY, Gatot Murdjito.

Pratikno menerangkan, tahun 2013 ini kegiatan program KKN PPM UGM di Provinsi DIY difokuskan untuk mendukung program KKN Keistimewaan yang bertujuan untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan. Pasalnya angka kemiskinan di DIY berada di atas angka rata-rata angka kemiskinan nasional.

Hasil kesepakatan UGM dengan pemerintah kabupaten Kulonprogo, tambah Pratikno, penerjunan mahasiswa KKN PPM di Kulonprogo memang diprioritaskan untuk melakukan pendataan masyarakat miskin dan pendataan potensi desa yang bisa dikembangkan agar bisa dilaksanakan dalam program kegiatan KKN PPM UGM selanjutnya. “KKN Tidak berhenti per periode tapi menjadi rangkaian kegiatan bergelombang,” katanya seperti dikutip dalam laman UGM.

Penerjunan mahasiswa KKN di Kulonprogo menjadi bagian dari penerjunan mahasiswa KKN PPM UGM yang diikuti diikuti 5.107 mahasiswa yang tersebar di 22 provinsi, 77 kabupaten dan 152 kecamatan di seluruh Indonesia. Namun demikian, jumlah mahasiswa KKN yang di terjunkan di DIY merupakan yang terbesar karena komitmen UGM dengan Pemerintah provinsi DIY untuk mendukung program keistimewaan DIY.  Heru Ismantoro