Rencana Pembangunan Pasar Nguter, Ratusan Pedagang Enggan Pindah

Rencana Pembangunan Pasar Nguter, Ratusan Pedagang Enggan Pindah

359

Ini bagaimana? Kenapa masih dibiarkan berjualan di sekitar pasar?” Miyati | Pedagang Jamu

PASAR DARURAT- Sejumlah pedagang sudah menempati los dan kios pasar darurat di lapangan Nguter, Rabu (31/7). Joglosemar | Murniati
PASAR DARURAT- Sejumlah pedagang sudah menempati los dan kios pasar darurat di lapangan Nguter, Rabu (31/7). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Belasan pedagang di Pasar Nguter pindah ke lapangan Nguter mulai Kamis (25/7). Hanya saja, masih ada ratusan pedagang yang masih bertahan di area pasar yang mulai dirobohkan.

Pantauan di lokasi pasar darurat, terlihat ada belasan pedagang yang sedang menata dagangannya. Di sisi lain, sejumlah pekerja juga sibuk membangun los dan kios bagi para pedagang. Dari 25 los dan kios dalam satu deretan, baru diisi tiga hingga lima pedagang. Artinya, puluhan los dan kios dalam satu baris masih kosong belum digunakan.

Salah seorang pedagang jamu, Miyati mengatakan pihaknya mengaku kecewa dengan sikap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang tidak tegas dalam meminta pedagang masuk ke pasar darurat. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya pedagang yang memilih menyewa atau berjualan di sekitaran Pasar Nguter.

“Ini bagaimana? Kenapa masih dibiarkan berjualan di sekitar pasar? Kami mematuhi aturan dengan pindah ke sini, jadi kenapa kami diperlakukan seperti ini? Kami harap pihak pasar memasukkan semua pedagang ke Lapangan Nguter,” kata dia sambil matanya berkaca-kaca, Rabu (31/7).

Akibat ketidaktegasan dari Disperindag, omzet yang dia peroleh justru menurun drastis. Padahal, momentum Lebaran yang tinggal menunggu hari justru kosong pemesan. “Sejak Kamis pindah, belum ada pun pembeli. Padahal tahun lalu, H-7 Lebaran sudah banyak pesanan jamu,” ujarnya lagi.

Protes senada juga disampaikan pedagang baju, Nur Sahid. Dia mengungkapkan selama dua hari di pasar darurat belum ada dagangannya laku terjual. Dia menuturkan lokasi pedagang yang terpecah yakni di pasar darurat dan sekitar Pasa Nguter berimbas pada pendapatannya. Jika semua masuk pasar darurat, lanjut dia, semua dagangan akan laku.

“Ya karena pembeli mendapatkan barang-barang yang diinginkan dalam satu lokasi. Tadi juga ada pembeli yang kecele saat membeli sayur ke sini. Ya karena pedagang sayur masih bertahan di pasar. Kalau seperti ini terus bagaimana? Kita juga butuh uang untuk Lebaran dan hidup sehari-hari. Kalau tidak laku, kami makan apa?” katanya di los pasar daruratnya.

Menanggapi masalah itu, Lurah Pasar Nguter, Widadi Nugroho menjelaskan sudah memberikan sosialisasi kepada semua pedagang, termasuk oprokan yang masih bertahan di lokasi pasar. Saat ini, Widadi mengungkapkan semua pedagang siap pindah. “Tapi realisasinya justru seperti ini. Kami pun memutuskan untuk melakukan tindakan persuasif dalam mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan melakukan pendekatan dengan pedagang,” ujarnya lagi. Murniati

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR