JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Ribuan Pendukung Morsi di Masjid Dikepung

Ribuan Pendukung Morsi di Masjid Dikepung

268
BAGIKAN

OKI Diminta Inventarisasi

180813-ZAM-Aksi Solidaritas Mesir
Aksi Solidaritas Untuk Mesir di Solo

TEHERAN-Beragam kecaman ditujukan ke pemerintah interim Mesir atas pertumpahan darah yang terjadi di negeri itu. Pemerintah Iran juga mengecam keras tindakan yang diambil aparat Mesir dalam menghadapi para demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk segera mengintervensi.

Hal tersebut disampaikan Zarif dalam percakapan telepon dengan Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu seperti dilansir Press TV, Sabtu (17/8).

Dalam pembicaraan tersebut, Zarif meminta OKI untuk mengintervensi dan menemukan solusi damai guna menghentikan konflik internal di Mesir. Zarif menyebut situasi di Mesir saat ini genting. Sementara Ihsanoglu menyatakan, dirinya sangat prihatin atas kekerasan yang terus terjadi di Mesir. Dikatakannya, OKI akan melakukan semampunya dalam membantu solusi damai atas krisis Mesir.

Saat ini Mesir dalam keadaan darurat nasional yang ditetapkan selama satu bulan ke depan. Banyak wilayah yang menetapkan jam malam dan warga dilarang untuk turun ke jalan dan berkumpul di tempat umum. Keadaan darurat ini diberlakukan setelah operasi pembersihan kamp-kamp demonstran pro-Morsi di Kairo pada Rabu, 14 Agustus lalu. Lebih dari 600 orang tewas dalam pertumpahan darah itu. Beragam kritikan dan kecaman diarahkan ke pemerintah interim Mesir atas pembantaian demonstran tersebut.

Sementara itu, pasukan keamanan Mesir mengepung sebuah masjid di Kairo yang dipenuhi para pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kembali terjadinya bentrokan berdarah. Pengepungan di Masjid Al-Fath tersebut terjadi setelah aksi demo, yang berujung bentrokan dan menewaskan 83 orang pada Jumat (16/8).

Menurut seorang demonstran pro-Morsi seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/8), ribuan pendukung Morsi berada di dalam masjid tersebut. Para tentara Mesir telah menawarkan untuk mengevakuasi kaum wanita namun kaum pria akan diinterogasi. Hal ini ditolak oleh para demonstran yang bertahan di masjid tersebut. Sempat terjadi baku tembak di areal tersebut. Tidak diketahui siapa yang lebih dulu melancarkan tembakan. Namun suara-suara tembakan kini telah berhenti. Sementara itu, kelompok Ikhwanul Muslimin bertekad untuk terus menggelar aksi demo damai setiap hari. Hal ini disampaikan menyusul aksi demo massal yang terjadi pada Jumat (16/8). Demo yang berujung bentrokan dengan aparat polisi itu, menewaskan lebih dari 80 orang di berbagai wilayah Mesir.

Kabinet Mesir mengeluarkan pernyataan usai bentrokan tersebut. Disebutkan bahwa otoritas Mesir kini tengah menghadapi plot teroris. “Kabinet menegaskan bahwa pemerintah, militer, polisi dan rakyat Mesir yang hebat bersatu dalam melawan plot teroris jahat oleh Ikhwanul Muslimin,” demikian statemen Kabinet Mesir. Detik