JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Ribuan Siswa PAUD Merah Putihkan Jurug

Ribuan Siswa PAUD Merah Putihkan Jurug

454
BAGIKAN
GEMPITA MERAH PUTIH--Sejumlah anak mengibarkan bendera merah putih dalam kegiatan Gempita Seribu Anak Merah Putih di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, Solo, Senin (26/8). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Jebres tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 anak dari beberapa pos PAUD di Kecamatan Jebres. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
GEMPITA MERAH PUTIH–Sejumlah anak mengibarkan bendera merah putih dalam kegiatan Gempita Seribu Anak Merah Putih di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug, Solo, Senin (26/8). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Jebres tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 anak dari beberapa pos PAUD di Kecamatan Jebres. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

JEBRES-Halaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Jurug, penuh dengan nuansa merah putih, Senin (26/8) kemarin. Pasalnya, lebih dari 1.000 siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), didampingi guru dan orangtua mereka mengikuti kegiatan Gempita 1.000 Anak PAUD dengan berpakaian serba merah dan putih.

Tak ketinggalan, ratusan balon dengan warna merah putih bertulisakan “Tuhan Kasihani Aku dan Selamatkan Bangsaku,” pun turut menghiasi meriahnya acara. Acara tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Jebres dalam merayakan kemerdekaan ke-68 RI.

“Melalui acara kami berharap dapat tumbuh rasa cinta Tanah Air dan kepahlawanan pada anak sejak usia dini. Karena anak-anak adalah generasi yang nantinya akan menjadi penerus bangsa,” ujar Dani Paranoto, ketua pelaksana kegiatan saat memberikan sambutan di hadapan seluruh peserta.

Pihaknya mencatat 1.417 anak dari 30 gugus PAUD hadir pada kegiatan ini. Ia pun berharap, selain menyandang Kota Layak Anak, ke depan Kota Solo dapat juga menyandang Kota PAUD.

Di tempat yang sama, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyentil menjamurnya PAUD dengan beragam kegiatannya saat ini. Ia menangkap fenomena maraknya PAUD yang berlomba-lomba dalam kegiatan, sehingga berujung pada komersialisasi pendidikan. “PAUD itu tidak harus berkompetisi dengan menggelar kegiatan yang tidak-tidak. Fokus saja pada tujuan berdirinya PAUD,” tegasnya.

Menanggapi menjamurnya PAUD, Kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Etty Retnowati berencana memanggil seluruh UPTD Dinas Pendidikan di setiap kecamatan. “Kami akan coba evaluasi, apakah hanya nama saja namun kegiatannya kurang. Atau memang benar-benar aktif, karena jumlahnya banyak, bahkan di setiap RW ada,” ujarnya.

Ia pun tak menampik adanya kemungkinan penggabungan PAUD, terutama bagi PAUD yang hanya tinggal papan nama. Pihaknya menekankan, evaluasi tersebut sebagai langkah awal dalam menyikapi fenomena tersebut. Arief Setiyanto