JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Ricuh Suporter di Stadion Maguwoharjo

Ricuh Suporter di Stadion Maguwoharjo

487
BAGIKAN

The Jakmania yang masih ditahan di dalam stadion melempari sekelompok orang yang mereka anggap suporter Persib

RUSUH ANTAR SUPORTER
RUSUH ANTAR SUPORTER

SLEMAN– Pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung diwarnai beberapa kali kericuhan, Rabu (28/8). Terjadi beberapa kali kericuhan saat dan setelah pertandingan baik di dalam maupun luar Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Insiden pertama terjadi di pertengahan babak pertama, yang menyebabkan pertandingan sempat dihentikan selama beberapa menit, sampai-sampai Menpora Roy Suryo ikut mencoba menenangkan suporter.

Berdasar pengamatan suporter Persija marah karena ada Bobotoh yang mencoba mencopot spanduk mereka. Polisi langsung turun tangan untuk mencegah bentrokan fisik di antara. Petugas juga kemudian memberi jarak di antara kedua kubu dengan membuat zona aman.

Kemudian, seusai laga, di luar stadion, pecah keributan pula. The Jakmania yang masih ditahan di dalam stadion melempari sekelompok orang yang mereka anggap suporter Persib. Celakanya, sekolompok penonton tersebut ternyata fans lokal Sleman yang juga ikut menonton pertandingan. Alhasil mereka ikut panas dan sempat balas melempat. Akibat saling lempar itu beberapa sepeda motor yang diparkir di dekat lokasi jadi “korban”.

Sejurus kemudian koordinator The Jak dengan pengeras suara meminta rekan-rekannya untuk menahan diri. Situasi sempat berangsur tertib selama beberapa waktu.Akan tetapi, terjadi insiden lagi. Ketika hendak keluar dan meninggalkan stadion, rombongan supoter Persib menembakkan mercon ke arah The Jakmania yang masih berkumpul di selasar stadion.

Fans Sleman yang terlanjur panas sempat mengejar iring-iringan rombongan tersebut, dan melemparinya dengan batu, kayu, dan helm. Beberapa bus pecah kacanya. Polisi sempat menembakkan gas air mata untuk menghentikan anarkisme itu. Tak lama kemudian kericuhan reda. Sekitar pukul 19.15 WIB Bobotoh telah meninggalkan stadion, sedangkan The Jakmania memang sudah diatur supaya keluar belakangan.

Wakapolda DIY, Kombes (Pol) Ahmad Dhofiri menegaskan belum bisa menjelaskan secara pasti mengenai awal keributan. Tapi ia juga masih enggan untuk menyimpulkan pihak mana yang melakukan pelemparan terhadap bus hingga mengalami pecah kaca. “Saya tidak tahu secara pasti, ini tahu-tahu ada banyak pecahan kaca,” ungkap Dhofiri.

Sebelumnya Kepala Bagian Operasional Polres Sleman, Kompol Hery Suryanto, mengatakan, untuk mengamankan jalanya pertandingan, sekitar 750 personel Polisi gabungan disiapkan di Stadion maupun sekitar Stadion yang dianggap cukup rawan. “Dari Brimob, Polda DIY, Polres Sleman dan kekuatan tambahan dari Polres Bantul kita turunkan,” kata Hery di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Detik