JOGLOSEMAR.CO Foto Roda Dua Dominasi Arus Balik

Roda Dua Dominasi Arus Balik

365
BAGIKAN
PUNCAK ARUS MUDIK - Sekumlah pengguna jalan memadati jalan Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (11/8). Sejumlah ruas jalan protokol terpantau padat merayap pada H+3. Joglosemar/Abdullah Azzam
PUNCAK ARUS MUDIK – Sekumlah pengguna jalan memadati jalan Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (11/8). Sejumlah ruas jalan protokol terpantau padat merayap pada H+3. Joglosemar/Abdullah Azzam

SOLO- Puncak arus balik yang terjadi Minggu (11/8) menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di wilayah Surakarta. Pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor terpantau melalui kamera CCTV dan traffic counting Dishubkominfo Kota Surakarta.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, M Usman menegaskan, dibanding tahun lalu pada kondisi H+3, arus balik tahun ini meningkat. “Sampai Minggu siang dibandingkan tahun lalu pada H+3 terhitung naik 5 persen,” ujarnya kepada Joglosemar, Minggu (11/8). Sementara pada, Sabtu (10/8) pihaknya mencatat sebanyak 2.421.64 unit kendaraan  masuk Kota Solo dan 2.127.817 unit kendaraan yang meninggalkan Kota Solo.

Dari data tersebut sebagian besar didominasi oleh kendaraan roda dua. Pada Minggu siang (11/8) tercatat 35.730 pengendara yang meninggalkan Solo dengan sepeda motor. Sementara untuk mobil pribadi mencapai 27. 480 unit yang meninggalkan Solo.

Usman juga mengatakan dari 43 titik pantauan CCTV Dishhubkominfo, tidak tampak kemacetan yang berati. Bahkan di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Coyudan tampak lengang. “Kalau kemarin masih terjadi mix antara kendaraan lokal dan regional, kalau sekarang jelas yang memadati lalu lintas kendaraan regional yang keluar dari Solo,” ujarnya.

Namun demikian di sejumlah jalur menuju keluar kota tampak kepadatan cukup tinggi, seperti di persimpangan Kerten, Fajar Indah, Girimulyo. Menyiasati hal tersebut pihaknya menambah waktu menyala pada lampu hijau sebanyak dua kali lipat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Tingginya volume kendaraan yang lewat melalui Solo disinyalir belum optimalnya pemanfaatan jalur alternatif. “Akan lebih baik kalau Dishub Provinsi mengarahkan pengendara untuk memanfaatkan jalan alternatif, jadi tidak perlu lewat Solo,” ujar Usman.

Terpisah, MV Djamila selaku Kepala UPTD Terminal Tirtonadi mengatakan puncak arus balik terjadi Sabtu (10/8) dan Minggu (11/8). Sebelumnya data jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Tirtonadi pada H+2  mencapai 26.618 orang penumpang, sementara untuk kedatangan mencapai 23.765 orang penumpang.

Memasuki H+ 3 Lebaran, Minggu (11/8), jalur mudik di wilayah Sragen juga diwarnai meningkatnya volume kendaraan hingga 40 persen. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama Sragen-Solo-Ngawi padat merayap dan diwarnai pengalihan jalur untuk menghindari kemacetan.

Pantauan Joglosemar, sejak pagi hingga sore kemarin, jalur utama Jalan Raya Sukowati dipenuhi ribuan kendaraan pemudik yang akan balik ke wilayah mereka. Mayoritas didominasi kendaraan pelat luar kota seperti Jakarta, Bandung dan beberapa kota besar lainnya. Bahkan, saking membeludaknya kendaraan, jalur di perempatan Pilangsari dan Pungkruk sempat dijaga ketat oleh sejumlah personel Dishub dan Polres karena terjadi penumpukan arus. Sementara, di sejumlah titik lampu merah seperti di Pilangsari dan Gambiran, antrean kendaraan mencapai 500 meter.

Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando, melalui Kasatlantas AKP Dudi Pramudia mengatakan, selain menyiagakan personel untuk mengalihkan jalur, di titik padat seperti Pilangsari dan Pungkruk juga dilakukan sistem buka tutup. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari penumpukan arus dan menekan antrean kendaraan.

Jumlah pemudik via kereta api, pesawat terbang maupun bus di Kota Solo memasuki hari H Lebaran tahun ini melesat naik apabila dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menyusul adanya penambahan kereta dan gerbong barang sehingga memicu tingginya frekuensi perjalanan moda transportasi tersebut.

Berdasarkan data volume kedatangan pemudik yang naik kereta kelas eksekutif dan bisnis di Stasiun Solo Balapan secara kumulatif pada 2013 Jumlah penumpang pada tahun ini cenderung meningkat pesat mencapai 21.323 orang dari capaian 2012 lalu pada hari yang sama masih 17.967 orang atau dibanding 2011 lalu masih 17.947 orang.

Kepala Stasiun Solo Balapan, Rustanto mengatakan, naiknya volume penumpang kereta Argodwipangga dan Argolawu kelas eksekutif jurusan Solo-Jakarta PP dan kereta Lodaya kelas bisnis jurusan Solo-Bandung PP disebabkan masa pembelian tiket kereta di stasiun dilayani sejak H-90. “Sedangkan, kalau tahun lalu masih H-30,” ujarnya, kepada Joglosemar, Kamis (8/8).

Sementara itu, Rini Sri Rahayu, Asisten Manager Pelayanan Operasional, Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta, mengatakan, puncak arus mudik pesawat terbang yang mendarat di Bandara Adi Soemarmo adalah pada H-4 dengan total penumpang sebanyak 3.115 orang. “Jumlahnya meningkat 22 persen pada tahun lalu pada hari yang sama. Bahkan, penumpangnya didominasi dari penerbangan domestik,” terangnya.  Arief Setiyanto | Fariz Fardianto | Adilla Prasetyo Wibowo | Paramita Sari Indah | Wardoyo