JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Rumah Kadus Jlarem Ludes Terbakar

Rumah Kadus Jlarem Ludes Terbakar

768
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

BOYOLALI – Bencana kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Boyolali. Kali ini rumah Haryono, Kadus III Kebondalem Ngaglik, Desa Jlarem, Kecamatan Ampel, ludes terbakar, Sabtu (24/8) pagi. Diduga kebakaran terjadi karena konsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.
Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Kebakaran pertama kali diketahui saksi Mardi warga setempat. Saat itu saksi melintas di depan rumah korban yang kosong lantaran ditinggal pergi. Saat itu api sudah membakar isi rumah korban. Saksi pun kaget saat melihat asap sudah mengepul tinggi dan api sudah menyala hebat.
Mengetahui itu, saksi pun kontan berteriak minta tolong dan memberitahu warga. Dalam sekejab, warga pun segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya serta menyelamatkan sejumlah perabotan milik korban. Namun sayang warga tak berhasil memadamkan api. Kondisi cuaca yang berangin kencang dan kering, membuat api semakin berkobar. Hingga akhirnya rumah berukuran 9×18 m yang terbuat dari papan tersebut ludes terbakar dan rata dengan tanah. Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Muspika setempat yang segera datang melakukan pendataan dan penyelidikan.
Camat Ampel, Sri Wahyu Handayani dalam laporannya ke Pemkab Boyolali mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diduga penyebab kebakaran dipicu konsleting listrik. “Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 400 juta, penyebabnya diduga karena konsleting listrik,” ungkap Camat.
Lantaran kondisi rumah ludes dan rata dengan tanah, korban sekeluarga akhirnya terpaksa mengungsi tinggal di rumah kerabatnya. Sedangkan terkait kasus kebakaran ini, Camat meminta supaya warga selalu waspada agar kejadian serupa tidak terulang kembali,apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau. Ario Bhawono