JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Rupiah Tersungkur, Transaksi Valas Terpengaruh

Rupiah Tersungkur, Transaksi Valas Terpengaruh

355
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO- Beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat bergejolak. Gejolak tersebut disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi itu tentu saja berpengaruh pada aktivitas transaksi valuta asing (Valas) di berbagai perbankan.

Dikatakan Krismianto Medio, Kepala Operasional Cabang BCA Slamet Riyadi, akibat lemahnya rupiah, meskipun berpengaruh, tetapi secara keseluruhan transaksi berjalan normal. “Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut memberi pengaruh terhadap transaksi Valas para nasabah, namun efeknya belum begitu besar. Karena nasabah kami didominasi pengusaha yang sudah melakukan ekspor. Meskipun begitu, secara umum transaksi Valas masih berjalan normal,” terangnya ketika dihubungi wartawan, pada Rabu (21/8).

Krismianto menjelaskan, akibat gejolak rupiah tersebut, mengakibatkan transaksi Valas menurun 20 persen dari transaksi Valas di hari biasanya.

“Ya tentu itu berpengaruh terhadap pengusaha yang membutuhkan dolar. Sebab, mereka tentu saja membutuhkan dolar bagi transaksi beli atau bayar untuk kebutuhan dan bisnis mereka, dan hal itu tentu saja harus berjalan,” paparnya.

Disampaikan Krismianto, karena gejolak rupiah ini masih bersifat fluktuatif, pihaknya memberi pesan kepada nasabah agar tidak panik. “Karena sifatnya sangat fluktuatif, pihak bank akan selalu melakukan pemantauan terus. Sehingga kami ingin mengingatkan kepada nasabah agar jangan panik terhadap lemahnya nilai tukar rupiah pada dolar AS,” ujarnya.

Sementara itu, In Amus Syukuri, Kepala Pimpinan Kantor Cabang BRI Slamet Riyadi menuturkan, gejolak rupiah tersebut tidak mempengaruhi aktivitas transaksi Valas di banknya.

“Karena mayoritas nasabah di sini adalah pengusaha mikro dan ritel, yang masih menggunakan rupiah, maka valas tidak terlalu berpengaruh pada transaksi perbankan kami. Nasabah yang menggunakan Valas hanya di bawah 10 persen, dan kebanyakan melakukan simpanan dan deposito. Sedangkan bagi nasabah kami yang membutuhkan Valas, sejauh ini masih dalam tahap bertanya saja,” ucapnya.

Ditambahkan, karena rupiah melemah, pemerintah membuat peraturan pada pembatasan nilai tukar dolar AS. “Karena sekarang rupiah bergejolak, ada peraturan tidak boleh melakukan penarikan atau pentransferan lebih dari 100.000 Dolar AS. Namun ada pengecualian jika transaksi yang diakukan untuk keperluan berobat atau pendidikan,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar di BRI Slamet Riyadi pada posisi pukul 11.27, harga beli dolar AS Rp 10.800, sedangkan nilai jualnya Rp 11.240.  Paramita Sari Indah