Rustri Siap Ikut Konvensi PD

Rustri Siap Ikut Konvensi PD

272
Rustriningsih
Rustriningsih

JAKARTA-Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih diundang untuk mengikuti konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat. Atas undangan tersebut, kader PDIP yang gagal memperoleh rekomendasi dalam Pilgub Jateng lalu menyatakan kesiapan kepada anggota komite. Hal tersebut seperti yang disampaikan anggota komite konvensi Vera Vera Febyanthy.

“Ada anggota komite konvensi yang bertugas menghubungi Bu Rustri dan jawabannya menyatakan siap untuk ikut konvensi,” kata anggota komite konvensi Vera Febyanthy, Selasa (20/8).

Meski demikian menurut Vera, nama kader PDIP itu beserta nama-nama yang lainnya masih sebatas usulan, tidak serta-merta menjadi peserta konvensi.

“Setiap nama yang diundang dan menyatakan bersedia akan kami bahas dan digodok di komite. Kita punya mekanisme sendiri untuk menetapkan peserta konvensi,” ucap anggota komisi XI itu.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, memastikan Rustri masih sebagai kader PDIP. “Masih kader PDIP” kata Tjahjo.

Sementara itu, ungkapan senada disampaikan Wakil Ketua Bapillu PDIP Arif Wibowo. Kata dia, PDIP menilai kadernya perlu mendapat izin partai untuk ikut konvensi. “Meski ikuti aturan main, ada mekanisme internal. Jangankan konvensi jadi gubernur saja ada mekanismenya,” katanya.

Menurutnya, Wakil Gubernur Jateng itu hingga saat ini masih menjadi kader PDIP dan tidak pernah menyatakan pengunduran diri. “Sepanjang belum diberhentikan atau mengundurkan diri secara etik harus seizin partai, meskipun nonaktif,” tutur ketua komisi II itu.

Sejauh ini, nama-nama yang diundang dalam konvensi PD belum disampaikan ke publik. Namun demikian, bocoran nama-nama beredar dan ramai dibicarakan kalangan DPR. Adapun nama-nama yang diundang panitia konvensi PD ada sekitar 12 antara lain Anies Baswedan ( Rektor Universitas Paramadina), Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Dino Patti Djalal (Duta Besar RI di Amerika Serikat), Gita Wiryawan (Menteri Perdagangan), Hayono Isman (anggota Dewan Perwakilan Rakyat), Irman Gusman (Ketua Dewan Perwakilan Daerah), Isran Noor (Bupati Kutai Timur), Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Marzuki Alie (Ketua DPR),

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Pramono Edhie Wibowo (mantan KSAD), Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara) dan

Soekarwo (Gubernur Jawa Timur). Selain 12 nama tersebut masih ada sejumlah nama lain yang diundang langsung oleh Ketua Umum PD, SBY. Antara lain Endriartono Sutarto yang telah memutuskan ikut dan menonaktifkan diri dari Partai NasDem, Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, dan beberapa tokoh lainnya. Komite konvensi juga berusaha menghubungi sejumlah tokoh lain seperti Joko Widodo, Rustriningsih, dan Marwah Daud.

Yusril Ihza Mahendra kembali bicara soal undangan SBY agar ikut konvensi Capres PD. Namun Yusril kemungkinan tak bisa ambil bagian karena terbentur persyaratan. “Saya memang diundang Pak SBY, Pak Jero juga sudah menghubungi saya. Hanya saya terbentur pada syarat itu,” kata Yusril, Selasa (20/8).

Adapun syarat yang dimaksud adalah yang mengharuskan dia nonaktif dari partainya selama konvensi dan harus mundur saat terpilih jadi Capres PD. Syarat ini ditolaknya mentah-mentah. “Kalau saya harus nonaktif itu namanya nggembosin partai lain (PBB-red),” protesnya.

Karena itu sampai saat ini Yusril tak mengubah sikapnya untuk tak ikut konvensi. Namun jika syarat diubah, mungkin Yusril juga berubah pikiran. “Sampai saat ini belum ada perkembangan terakhirnya seperti apa. Kalau persyaratan seperti itu dibatalkan mungkin saya ikut,” tegas mantan Menteri Kehakiman ini.

Sedangkan, tokoh bangsa Jusuf Kalla (JK) belum juga menyatakan kepastiannya mengikuti konvensi. “Dipelajari dulu, apa syaratnya. Kita Belum ada keputusan,” kata JK di sela-sela acara Kongres Diaspora Indonesia, JCC, Jakarta, Selasa (20/8).

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Hingga saat ini, JK mengaku belum menerima undangan dari pihak PD untuk mengikuti konvensi. Meski begitu, JK mengaku sedang membicarakan apakah dirinya akan ikut konvensi atau tidak. “Kita belum ada keputusan. Belum ada undangan. Sedang dibicarakan,” pungkasnya.

Terpisah, Partai NasDem memberhentikan Ketua Dewan Pertimbangan Endriartono Sutarto karena keputusannya untuk mengikuti konvensi. Partai Demokrat siap menerima kehadiran mantan Panglima TNI itu sebagai kader. “Dia pasti sudah menghitung, ada plus minusnya. Kita partai terbuka, kita siap menerima,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana.

Endriartono mengaku rela kehilangan jabatan strategis Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem untuk menguji peruntungan ikut konvensi capres PD.

“Saya optimis menang. Kalau tidak optimis kan nggak perlu ikut,” kata Endriartono.

Endriartono sudah membentuk tim sukses. Tim sukses itu juga yang merekomendasikannya ikut konvensi Capres PD. Lalu kenapa Endriartono merelakan keluar sementara dari NasDem demi ambisi politiknya? Menurut Endriartono, parpol adalah kaderisasi tokoh yang pada akhirnya harus bersiap menjadi pemimpin nasional. “Parpol itu dengan sistem yang kita punya sekarang ini merupakan tempat kaderisasi, tempat kepemimpinan nasional pada level daerah dan nasional. Jadi apa yang ditawarkan Demokrat itu menurut saya jalan terbaik bagi siapa pun tokoh untuk memberikan sumbangan terbaik bagi bangsa,” katanya diplomatis.

Atas sikapnya mengikuti konvensi PD, Endriartono dipecat dari Partai NasDem. “Untuk memberi ruang agar leluasa mengikuti tahapan pelaksanaan konvensi, maka NasDem mempersilakan Pak En untuk mengikuti konvensi secara penuh, dan membebaskannya dari tugas-tugas NasDem dalam rangka menghadapi Pileg,” kata Ketua Bappilu Partai NasDem, Ferry Mursyidan Baldan. Detik

BAGIKAN