JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah Salah Cabut Gigi

Salah Cabut Gigi

1119
BAGIKAN

SALAH CABUT GIGIKisah nyata ini dialami Dul Kenthut, pengacara asal Sragen. Pagi itu, Dul Kenthut datang ke dokter gigi Yu Cebret untuk mencabut giginya yang sejak semalam kumat sakitnya.  Setelah antre beberapa saat, Dul Kenthut dipersilakan masuk ke ruang praktik Yu Cebret di kota yang sama.

“Bu dokter, tolong dicabut gigi saya yang atas ini. Semalaman senut-senut, sakitnya minta ampun,” keluh Dul Kenthut pada Yu Cebret yang berwajah cuantik itu.

Setelah diperiksa sebentar, Yu Cebret pun siap-siap mencabut salah satu gigi Dul Kenthut. Untuk mencegah rasa sakit, maka Yu Cebret memberikan pati rasa alias bius.

Tak sampai seperempat jam, gigi sudah berhasil dicabut. Namun, setelah efek bius hilang, Dul Kenthut mengaku masih merasakan sakit di giginya. “Bu Dokter, gigi saya apa sudah dicabut kok masih sakit banget?” keluh Dul Kenthut lagi sambil meringis kesakitan.

Yu Cebret pun menunjukkan potongan gigi yang baru saja dicabut. Sebaliknya, Dul Kenthut grayang-grayang ke dalam mulutnya. “Lho Bu Dokter, kok yang dicabut gigi yang waras? Gigi saya yang sakit masih ada ki?” ucap Dul Kenthut sembari mangap menunjukkan giginya yang sakit.

Karuan saja, Yu Cebret kaget bukan kepalang. Sebaliknya, Dul Kenthut sajak mangkel karena telah menjadi korban salah cabut gigi.  Akhirnya, diputuskan dilakukan pencabutan gigi untuk kali kedua. Alhasil, Dul Kenthut harus kehilangan dua gigi.

Sepulang dari dokter, Dul Kenthut menceritakan kejadian tersebut pada Bill Tengil, kanca kenthel-nya sesama pengacara. Tentu saja, Bill Tengil tidak kuat ngempet ngguyu. Begitu pula saat diceritakan ke istri dan anaknya, semuanya langsung ngguyu ngakak. (Kiriman HM Surathal, Jalan Puspanjolo Timur II/85A Semarang)