JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Satrio Dijemput Paksa di RS Kariadi

    Satrio Dijemput Paksa di RS Kariadi

    347
    BAGIKAN
    Satriyo Teguh Subroto Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo
    Satriyo Teguh Subroto
    Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo

    SEMARANG—Sambil terus memegangi perutnya sebelah kiri, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek taman kota di Jalan Adi Sucipto Solo tahun 2010, Satrio Teguh Subroto dijemput paksa petugas Kejari Surakarta dari RSUP Dr Kariadi Semarang, Rabu (14/8). Satrio digiring ke mobil Kejari menggunakan kursi roda.

    Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo itu dijemput paksa dari kamar 405, Paviliun Garuda RSUP Dr Kariadi karena sudah dinyatakan sehat sejak 11 Agustus lalu pascaoperasi ginjal.

    “Di sini sudah dua mingguan untuk operasi karena kiri dan kanan ginjalnya ada batunya. Pernyataan dari sini sudah sehat, maka ada perintah untuk dikembalikan ke LP Kedungpane, Semarang,” kata Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surakarta, Erfan Suprapto di RSUP Dr Kariadi.

    Kepala Bagian Humas RSUP Dr Kariadi, Darwito menambahkan Satrio enggan meninggalkan rumah sakit tanpa alasan yang jelas. Bahkan, ia tidak menghiraukan peringatan pihak rumah sakit yang akan mencabut fasilitas di kamarnya. “Dirawat sejak 2 Agustus lalu dan sudah dinyatakan sembuh tanggal 11 Agustus kemarin,” katanya.

    Sementara itu, Kepala LP Kedungpane Semarang, Ibnu Chuldun mengatakan sejak awal dititipkan ke LP, Satrio memang sudah dalam keadaan sakit. “Menghuni Blok J, waktu di sini sudah dalam keadaan sakit,” tandasnya.

    Satrio merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek taman kota di Jalan Adi Sucipto Kota Solo tahun 2010 dengan kerugian Rp 56 juta. Ia ditahan selama 30 hari sejak 29 Juli lalu, kemudian pihak kuasa hukum mengajukan pembantaran terkait kesehatan terdakwa. “Pembantarannya diterima LP satu atau dua hari setelah terdakwa masuk ke sini,” ujar Ibnu.

    Saat dijemput paksa, baik yang bersangkutan ataupun kuasa hukumnya enggan memberi keterangan. Satrio kemudian diangkat dari kursi rodanya untuk masuk ke mobil Avanza hitam AD 9501 LU milik Kejari Surakarta dan dikembalikan ke LP Kedungpane Semarang. Detik