JOGLOSEMAR.CO Foto Sebagian Perusahaan Belum Bayar THR

Sebagian Perusahaan Belum Bayar THR

267
BAGIKAN

Pekerja Dibayar di bawah UMK

ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO- Hingga H-6 Lebaran atau Jumat (2/8) kemarin, ada sejumlah perusahaan yang belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya. Temuan lainnya, ada perusahaan yang membayar THR namun nominalnya tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Temuan-temuan tersebut didapatkan oleh Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo dari Posko pengaduan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker). Ketua SPRI Sukoharjo, Sukarno mengatakan apa yang dilakukan oleh pengusaha sudah terbukti melanggar aturan yang ada. Sesuai peraturan, pengusaha harus sudah memberikan THR paling lambat pada H-7 Lebaran.

“Berdasarkan data dari Posko aduan di Disnakertrans, kami melakukan survei ke sejumlah perusahaan. Kami memilih wilayah Kecamatan Polokarto, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan perusahaan otobus. Ternyata ada beberapa yang belum memberikan THR-nya,” kata Sukarno saat dihubungi, Jumat (2/8).

Pekerja PT Danliris itu menambahkan, SPRI juga menemukan perusahaan yang membayarkan THR yang melanggar aturan. Seharusnya, besaran THR sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yakni Rp 902.000/ bulan. Namun kenyataannya, ada perusahaan nakal yang hanya membayar Rp750.000 kepada para karyawan. “Itu sudah melanggar aturan yang ada. UMK Sukoharjo itu Rp 902.000 bukan Rp 750.000,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya menyatakan jika para pekerja yang dirugikan masih enggan melaporkan kejadian tersebut dengan alasan takut di-PHK. Oleh karena itu, pihaknya meminta Disnakretrans untuk memberikan sanksi dan peringatan kepada perusahaan nakal tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Pengawasan
Tenaga Kerja Disnakertrans, M Langgeng Wiyana mengungkapkan saat ini belum ada perusahaan yang mengaku tidak bisa membayar THR. Artinya, ratusan perusahaan di Kota Makmur masih bisa membayarnya. “Ketentuan undang-undang pembayaran THR dilakukan sampai hari ini (Jumat) belum ada (perusahaan)
yang melapor,” katanya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha dalam hal pembayaran THR. Terkait dengan sanksi pelanggaran pembayaran THR, dirinya akan mengacu pada UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” katanya. Murniati

  • arifin

    benar mas gopar . . . mlah kemarin ada pengumuman bahwa hari libur yang sudah ditetapkan diganti/dikurangi 1hari

  • Gopar

    Po …sritex sebagian besar belum dapat thr malah ada pengumuman thr 6 sampai 1 thun cuma 50% dari gaji itu aja di bayar setelah lebaran paling lambat tgl 30 agustus pabrik opo kuwi ra mutu blas….