Selamat Tinggal Penyeru Salam Merdeka

Selamat Tinggal Penyeru Salam Merdeka

221

krisbiyantoro“Dari tanah kembali ke tanah… dari abu kembali ke abu…” Demikianlah kisah akhir perjalanan hidup seorang seniman, penghibur (entertainer) tiga masa, dan artis serba bisa, sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia, bernama Kris Biantoro. Ia meninggal karena serangan jantung, Selasa (13/8) di rumahnya Jalan Bromo K8, Kompleks Bukit Permai, Cibubur, Jakarta Timur.

Banyak hal yang telah dilakukannya untuk musik, perjuangan kemerdekaan hingga entertainment. Salah satu ciri khas yang melekat dari sosok ini adalah pekik merdeka. Biasanya ia menyerukannya dengan tangan menggenggam, wajah serius dan senyum yang susah diartikan. Cara tersebut biasanya diucapkan salam saban berjumpa penggemar, membuka atau mengakhiri acara. Dia konsisten dengan gayanya itu.

Sebagai pejuang kemerdekaan, bukan gaya-gayaan semata jika dia sering tampil memakai seragam tentara perjuangan a’la Heiho, karena dia merasakan masa-masa sulit penjajahan Jepang dan dia sempat berjuang sebagai anak muda dalam barisan TKR bentukan eks Heiho itu.

Selain dikenal sebagai penyanyi, Kris Biantoro juga kondang sebagai master of ceremony atau MC dan aktor. Ia juga dikenal sebagai pelantun lagu “Dondong Opo Salak”. Pada 1964-1971, Kris hijrah ke Australia karena mendapat tawaran untuk menjadi staf di KBRI Australia. Di negara inilah Kris Biantoro bertemu dengan Maria Nguyen Kim Dung yang kemudian dipersunting.

Kembali ke Tanah Air pada 1971, Kris bergabung dengan TVRI menjadi pembaca acara kuis dan terkenal, antara lain Dansa yo Dansa. Kris Biantoro mengalami masa-masa keemasan panggung hiburan dan kesenian Indonesia, bersama Benyamin S, Titiek Puspa, Sophan Sophiaan-Widyawati, Teguh Karya, Rima Melati, dan lain-lain.

Ia dikenal sebagai seniman yang disiplin dan pekerja keras. Para musisi dan entertainer pun berduka. Ucapan belasungkawa mengalir. Sys NS, misalnya, sebagai salah satu sahabatnya menilai Kris Biantoro adalah manusia langka. Sys menilai sosok yang terkenal lewat program ‘Dansa Yo Dansa’ itu juga sebagai orang yang disiplin.

Dorce Gamalama yang datang ke rumah duka terlihat sedih dan berusaha menahan tangisnya. Dengan mengenakan busana cokelat dan topi, dia mengaku sangat kehilangan. “Dia itu seorang raja kuis, presenter hebat di zamannya. Dia sudah memberikan banyak sumbangsih bagi negeri ini. Bahkan, dia juga meninggal dekat dengan hari kemerdekaan Indonesia,” kata Dorce di rumah duka, Selasa (13/8).

Kicauan banyak selebriti menyatakan belasungkawa. Seperti Glenn Fredly, di @GlennFredly: Rest in Love; RT@dennysakrie: Selamat jalan seniman serba bisa Kris Biantoro. Masih ada dari vokalis Naif, David Bayu, dalam akun twitternya, RT @davidbayu: Rest in peace Kris Biantoro.

Di balik segala prestasinya, Kris menderita penyakit ginjal yang disembunyikannya dari para sahabat. Bahkan, selama hampir 40 tahun terakhir, Kris berjuang melawan penyakitnya ini tanpa patah semangat. Selama empat dekade ia hidup dengan ginjal yang hanya berfungsi 25 persen. Selama tiga tahun terakhir, pelantun Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi harus cuci darah setiap hari.  Namun takdir berkata lain, Kris yang penuh semangat harus menghadap Sang Khalik.

Antara | Okezone

BAGIKAN