Semerak HUT RI, Tak Semarak Penjualan Bendera

Semerak HUT RI, Tak Semarak Penjualan Bendera

222

penjualan benderaSOLO- Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, tentunya banyak kita temukan pedagang bendera musiman yang bertebaran di sepanjang jalan, yang menjajakan bendera dengan beragam ukuran dan model. Meskipun sebentar lagi  perayaan hari ulang tahun Indonesia segera datang, namun penjualan bendera tahun ini dinilai masih lesu.

Saat ditemui Joglosemar di sela kesibukannya melayani pembeli, Tatik Mulyono mengatakan, penjualan benderanya belum meningkat secara signifikan.

“Mendekati hari kemerdekaan RI, pembeli sudah cukup banyak membeli bendera. Tetapi memang penjualannya tidak terlalu besar, hanya berkisar Rp 15 hingga 20 persen saja. Mungkin karena banyaknya momentum yang bertepatan pada tahun ini, maka penjualan sedikit lambat,” terangnya ketika di Toko Mardi Rahayu, Slamet Riyadi, Rabu (14/8).

Menurut Tatik, mayoritas pembeli banyak mencari bendera ukuran tanggung yang cocok dipasang di tingkat perumahan, serta bendera model kipas yang pas untuk menghiasi perkantoran.

“Untuk bendera ukuran tanggung harganya sekitar Rp 10.500. Sedangkan untuk bendera model kipas per meternya Rp 15.000. Untuk memenuhi permintaan bendera, kami menyediakan stok setiap harinya,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bendera lainnya, Totong (35) mengaku, penjualannya mengalami penurunan drastis. “Dibandingkan tahun lalu penjualan menurun drastis hingga 60 persen. Penurunan ini terjadi karena perayaan Agustusan ini bertepatan dengan momentum Lebaran dan tahun ajaran baru. Biasanya tiap tanggal 11 pembeli mulai ramai, tetapi sekarang sudah tanggal 14 pun masih sepi. Tahun ini saya bawa 10 karung, tetapi 4 karung saya ini belum habis,” ucapnya.

Dijelaskan Totong, harga yang ditawarkannya mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 150.000, tergantung ukuran dan cara pembuatan bendera. Mayoritas pembeli mencari bendera umbul-umbul merah putih, serta model kipas.

Di lokasi yang berbeda, Hendar (49), salah seorang pedagang bendera asal Tasikmalaya yang berjualan di daerah Jalan Ronggowarsito memaparkan, meskipun dagangannya sudah laku, namun hingga kini pihaknya belum mengalami keuntungan.

“Sampai dengan hari ini saya baru menjual 45 persen dari jumlah stok yang saya bawa. Bendera yang banyak dicari pembeli adalah ukuran sedang 1,05 meter x 70 sentimeter, dengan harga Rp 15.000 per biji. Bisanya satu orang membeli 20 biji untuk dipasang di lingkungan RT atau RW,” imbuhnya.  Paramita Sari Indah

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR