JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Seniman Senior Kris Biantoro Tutup Usia

Seniman Senior Kris Biantoro Tutup Usia

314
BAGIKAN

Mangkat Karena Jantung, Pendekar Ginjal Soak Pamit Saat Ultah

Selama hampir empat dekade melawan penyakit ginjalnya, Kris Biantoro mendadak tutup usia. Cisilia Perwita S

Krisbiyantoro
Krisbiyantoro

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Kali ini, presenter ternama Kris Biantoro meninggal dunia. Pria yang juga penyanyi dan aktor senior ini meninggal di usia 75 tahun. Kepergian aktor yang akrab disapa Om Kris ini dinilai begitu mendadak. Bahkan pelantun Dondong Opo Salak ini meninggal saat keluarganya tidak berada di rumah duka, kompleks Bukit Permai, Cibubur.

“Yang tahu pertama pembantu. Bapak kan suka burung, nah ada kursi bapak duduk di situ. Lagi, duduk katanya sudah nggak ada (meninggal) pas dipegang. Bapak meninggal tadi pukul 12.30 WIB,” tutur putra kedua Kris Biantoro, Arto saat ditemui di Rumah Sakit Meilia, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (13/8).

Lelaki bernama Christophorus Soebiantoro ini meninggal lantaran serangan jantung. Riwayat kesehatannya selama ini terekam sebagai penderita penyakit ginjal. Bahkan Kris sampai harus cuci darah dua kali sehari. “Kemungkinan besar serangan jantung. Yang kami takuti ginjalnya, eh malah kena jantungnya,” kata putra pertama, Kris Biantoro,  Invianto usai memandikan jenazah di RS Melia, Cibubur, Jakarta Timur.

Selama 38 tahun terakhir, Kris berkutat dengan penyakit ginjal. Bahkan, ia meluncurkan buku yang melukiskan perjuangannya untuk sembuh. Buku berjudul Belum Selesai – Kisah 38 Tahun Perjuangan Pendekar Ginjal Soak diluncurkannya tahun 2011 silam. Lantaran buku itulah, sering kali Om Kris disebut pejuang ginjal.

Firasat meninggalnya sang raja kuis ini dirasakan sahabat kentalnya, pemain saksofon, Didiek SSS. Ia  sempat berkumpul bersama Kris Biantoro di hari ultahnya yang ke-75 pada 17 Maret lalu. Pada hari itu, Didiek pun tak sadar kalau ia telah mendapat firasat akan ditinggal sahabatnya untuk selamanya. “Dia bilang gini, ‘Ini ulang tahun saya yang terakhir, belum tentu tahun depan kita ketemu lagi. Batin saya, kok dia malah ngomong gini,” ujar Didiek menirukan ucapan sahabatnya itu.

Rencananya, jasad Kris Biantoro bakal dikremasi. Sebelum meninggal, Krisbiantoro sempat berpesan, jika meninggal, ia ingin jasadnya dikremasi. Jenazah sang ayah akan dikremasi pada Kamis (15/8). Namun ia belum tahu di mana abu jenazah sang ayah akan dilepas. “Kamis rencananya. Jam 11.00 WIB pelepasan. Kita belum tahu di mana,” ucapnya.

Kemarin Selasa (13/8), jenazah penyanyi senior Kris Biantoro disemayamkan dengan mengenakan seragam Veteran Republik Indonesia berwarna hijau lengkap dengan topi berbintang. Dalam peti, jenazah Kris mengenakan seragam veteran lengkap dengan lambang dan pangkat di pundak. Dalam nama yang terpasang di seragam, tercantum nama Chris Soebiantoro.

Invianto mengenang selama ini kondisi sang ayah memang sudah lemah. Namun ia menyebut ayahnya itu tak pernah mengeluh. “Nggak pernah mengeluh sakit. Dia kalau dibilang sakit, dia marah. Semangatnya nggak ada habis-habisnya . Mungkin karena ditempa dari kecil kali yah naik sepeda terus semangatnya nggak pernah habis,” kenangnya dilansir Liputan6.

Hampir empat dasawarsa, Kris Biantoro bertarung dengan penyakit ginjal yang menerpanya. Bertahun-tahun ia menjadi pasien setia RS PGI Cikini, terutama setelah tak dapat diobati di banyak pusat kesehatan yang lain, di dalam dan luar negeri. Kini pelantun Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi itu telah pergi.  Detik