Sering Memalak, Anak Punk Dibunuh Teman Nongkrong

Sering Memalak, Anak Punk Dibunuh Teman Nongkrong

907
Penemuan mayat bertato
Penemuan mayat bertato

KLATEN – Setelah melakukan penyelidikan penemuan mayat di Dukuh Kemasan Desa Jambukidul Kecamatan Ceper, Senin (5/8), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten berhasil membekuk tiga pelaku pembunuhan. Ketiganya merupakan teman nongkrong korban.

Kasat Reskrim, AKP Dhanu Pamungkas, mengatakan ketiga tersangka yang berhasil dibekuk adalah L (18) alias Panjul warga Desa Delanggu, Delanggu, P (18) alias Pugek warga Desa Jetis, Karangdowo, dan W (18) alias Benjo warga Desa Dukuh, Delanggu. Sementara, satu tersangka lainnya, MF, masih dalam pengejaran petugas. “Setelah tujuh jam dari adanya laporan penemuan mayat, tim kami berhasil membekuk ketiga tersangka. Sementara satu tersangka masih buron,” paparnya kepada wartawan, Selasa (5/8).

Menurutnya, Panjul dan Pugek berhasil ditangkap setelah mencoba melarikan diri dari kejaran petugas dengan bersembunyi di rumah salah satu kerabat Panjul di wilayah Ceper. Dari keduanya, kemudian diketahui tersangka Benjo yang dibekuk di rumahnya. Sementara, mengetahui ketiga rekannya ditangkap, MF berhasil melarikan diri. “Ketiganya ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya,” kata Dhanu.

Penangkapan ketiga tersangka berawal dari laporan salah satu sumber informasi yang mengaku mengenali korban. Korban tewas diketahui bernama Doni Hermawan (18) warga Pundungan, Juwiring yang ditemukan tewas dengan 12 luka bacok di kepala dan patah tulang rahang bawah. Sumber informasi itu mengatakan korban terakhir kali berboncengan dengan Panjul mengendarai Honda Tiger.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Ketiga pelaku mengaku membunuh korban lantaran dendam. Menurut salah satu pelaku, Panjul, selama ini korban yang juga teman nongkrong sering memalak teman-temannyanya. Lantaran sakit hati, pelaku bermaksud untuk balas dendam.

Mengetahui korban yang sejak beberapa minggu terakhir pergi ke Kalimantan akan pulang ke kampung halamannya, pelaku berencana untuk menghajar korban sebagai balas dendam. Rencana ini kemudian diceritakan Panjul kepada teman-temannya yang kemudian diiyakan teman-temannya. “Awalnya saya hanya cerita ingin menghajar Doni, tapi justru teman-teman ingin ikut menghajarnya,” kata dia.

Bersama tiga rekannya, pada Minggu (4/8) malam sekitar pukul 19.00, Panjul mengajak korban untuk pesta miras di areal persawahan yang sepi. Di tengah pesta miras, Panjul berpura-pura pamit untuk buang air kecil. Akan tetapi, Panjul malah mengambil balok kayu yang sudah disiapkan dan memukulnya ke arah kepala korban.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Setelah korban yang tengah teler jatuh, keempat tersangka kemudian memukuli korban hingga meninggal dunia. Mengetahui korban telah tewas, Panjul mengajak ketiga tersangka untuk menyeret mayat ke tengah sawah yang ditanami tembakau. Balok kayu yang digunakan lalu dibuang tidak jauh dari TKP dan keempat tersangka pergi meninggalkan lokasi.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah tas selempang warna hitam, satu buah gelas kaca, dua buah botol mineral, satu unit Honda Tiger, sebilah balok kayu sepanjang 80 Sentimeter, dan masing-masing satu kaos warna merah, celana dalam warna hijau tua, celana jeans warna hitam dan  jaket warna biru milik korban.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan pasal pertama 340 KUHP atau kedua pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP atau ketiga pasal 353 ayat 3 KUHP atau pasal 80 ayat 3 UURI no 23/2002 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Angga Purnama

BAGIKAN