JOGLOSEMAR.CO Hiburan Wisata Serunya Nonton Tim Idola di GBK

Serunya Nonton Tim Idola di GBK

287
BAGIKAN

arsenalMenyaksikan tim sepakbola asing kesayangan bermain di layar televisi memang sangat menyenangkan. Tak jarang begadang dini hari pun dilakukan demi menonton aksi mereka. Namun, bagaimana rasanya ketika kita berkesempatan melihat langsung permainan tim idola kita itu di tanah air?. Ikuti Jalan-Jalan Joglosemar kali ini bersama  Ronald Seger Prabowo ke Gelora Bung Karno.-pengantar

Berwisata memang selalu identik dengan tempat-tempat yang menarik seperti pantai, danau, gunung bahkan wahana rekreasi lainnya. Namun ada satu rekreasi yang mungkin berbeda dari biasanya, dan dapat menjadi pengalaman baru yakni dengan menonton langsung laga sepakbola di sebuah stadion serta mengikuti segala acara yang disajikan oleh penyelenggara. Ini seperti saat tim asal Inggris, Arsenal menyambangi Tanah Air beberapa waktu lalu.

Ya, riuhnya chant-chant suporter mulai terdengar ketika Joglosemar memasuki pintu sisi timur Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (14/7) silam. Tak cukup sampai di situ, suasana semakin meriah ketika ratusan suporter dari berbagai daerah di Indonesia tumpek blek berkumpul menjadi satu.

Meskipun laga baru digelar esok harinya, sejumlah rangkaian acara yang disajikan hari itu membuat suasana stadion terbesar di Tanah Air menjadi hingar bingar. Bahkan, ratusan suporter yang tergabung dalam Arsenal Indonesia Suporter (AIS) terlihat membaur seolah sudah saling mengenal sejak lama.

“Kami datang jauh-jauh dari Medan, Bang untuk nonton Arsenal, ini kesempatan langka yang tidak mungkin kami lewatkan. Kapan lagi dapat bertemu idola kita,” ungkap Andre (25) salah satu AIS Medan yang berangkat bersama tiga kawannya kepada Joglosemar.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga malam memang menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat khususnya para pendukung tim berjuluk The Gunner tersebut. Dari lomba futsal antarregional AIS, hingga menyaksikan langsung latihan terbuka malam harinya menjadi menu utama di hari itu.

Beralih keesokan harinya, Minggu (14/7) yang menjadi puncak kegiatan, atmosfer serunya pertandingan sudah terasa sejak pagi hari. Bayangkan saja, meskipun laga baru digelar pukul 20.45 WIB, namun ribuan penonton sudah memadati area SUGBK. Selain penonton, area stadion tersebut mendadak disulap bak pasar tumpah. Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) berlomba mengais rezeki dengan berjualan kaos, syal, terompet hingga aksesoris lainnya.

“Saya sudah sering berjualan di sini ketika ada tim luar negeri datang. Lumayan mas, sehari saja bisa dapat laba bersih 500 ribu rupiah,” terang Reni (37), pedagang yang mengaku dari Kebumen itu.

Sore hari, suasana SUGBK  sungguh tak mampu dijelaskan dengan kata-kata. Di setiap sudut dominasi warna merah menyeruak, seperti menggambarkan semangat yang berapi-api, serta pengorbanan mereka yang harus diacungi jempol. Pasalnya untuk masuk dan menembus ke dalam stadion saja sangat sulit. Puluhan ribu orang menyemut dengan tujuan yang sama, menonton ciamiknya aksi para idola mereka.

Butuh hitungan jam, ketika akhirnya kepenatan, tetesan keringat mereka karena berdesakan terbayar ketika masuk dan mencapai tribun. Tergambar raut wajah lega bercampur bahagia , sebab idola yang biasanya hanya mereka lihat dari layar televisi, siap menghibur di depan mata.

Dari dalam stadion, dukungan kecintaan dan sportivitas terlihat di sekitar tribun lewat sejumlah spanduk yang dipasang. Begitu juga spanduk AIS dari berbagai daerah seperti Medan, Maluku, Bojonegoro, Yogyakarta hingga Kota Solo turut menghiasi SUGBK.  Chant-chant penuh kekompakan baik penonton pria, maupun wanita,  anak-anak hingga dewasa, seakan tak pernah berhenti sepanjang pertandingan  Arsenal melawan  Indonesia The Dream Team, yang berakhir 7-0 untuk Arsenal. Meskipun tim tanah air mengalami kekalahan mutlak, namun malam itu benar-benar menjadi hiburan yang luar biasa. Tak sia-sia pula mereka harus merogoh tiket mulai Rp 100ribu  (kelas 3) – Rp 1,75juta (VVIP), untuk mendapatkan hiburan yang tidak ada setiap saat itu. Ronald Seger Prabowo