JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Sidak Pasar Kartasura: temukan 10Kg Hati Sapi Bercacing

Sidak Pasar Kartasura: temukan 10Kg Hati Sapi Bercacing

298
BAGIKAN

“Kalau daging glonggongan hasilnya nihil. Kami tidak menemukan daging glonggongan. Hanya saja, kami menemukan 10 kilogram hati sapi yang mengandung cacing.”

Bambang Setiyono
Kabid Perdagangan Disperindag Sukoharjo
 
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO-Tim gabungan yang dimotori Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menemukan 10 kilogram hati sapi yang mengandung cacing saat inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Kartasura, Sabtu (3/8), dini hari. Hati yang tak layak jual itu ditemukan di lantai bawah bagian belakang Pasar Kartasura .

Selain Disperindag, tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Dinas Pertanian (Dispertan), Kantor Ketahanan Pangan, Bagian Perekonomian, Bagian Hukum, Humas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Sukoharjo. Tim tersebut melakukan Sidak rutin untuk mengontrol peredaran barang di pasar tradisional. Hanya saja, sidak kemarin spesial karena berdekatan dengan Lebaran 2013.

Kabid Perdagangan Disperindag Sukoharjo, Bambang Setiyono mengungkapkan kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Disperindag Sukoharjo, AA Bambang Haryanto. Dia mengatakan, sidak tersebut tidak menemukan daging glonggongan. Di mana, daging sapi yang dijual di sana kualitasnya bagus yakni kadar air 36-38 persen, tingkat keasaman 6,5-6,9 ph. “Kalau daging glonggongan hasilnya nihil. Kami tidak menemukan daging glonggongan. Hanya saja, kami menemukan 10 kilogram hati sapi yang mengandung cacing,” kata dia, Sabtu (3/8).

Hati sapi yang tidak layak konsumsi itu ditemukan di dua kios yang berada di lantai satu bagian belakang pasar. “Jadi, di sana itu ada los khusus daging. Tempat los/kios itu berbeda dengan lantai dua yang beberapa waktu lalu terdapat daging semi glonggongan,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan dari pedagang, hati sapi bercacing itu diambil dari Ampel Boyolali. Saat diperiksa, pedagang tidak bisa menunjukkan surat keterangan kesehatan hewan. Dia menyebutkan, surat tersebut diberikan kepada sapi yang sudah disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH). “Kalau sudah dalam bentuk potongan ya tidak ada surat itu,” katanya.

Terkait dengan penemuan itu, pihaknya langsung melakukan pembinaan kepada pedagang terkait. Dinas meminta pedagang untuk mengembalikan hati sapi kepada produsen yang berada di Ampel Boyolali. “Ada alternatif lain, yakni 10 kilogram hati sapi itu bisa dimusnahkan sehingga tidak dijual ke masyarakat. Jika dijual, itu akan merugikan konsumen dan berbahaya kepada kesehatan warga,” ujarnya lagi.

Bambang memaparkan Disperindag hanya memiliki kewenangan dalam hal pembinaan. Dengan demikian, soal sanksi bukan menjadi kewenangannya. Murniati