Solo Masuk Nominasi Kota Kreatif

Solo Masuk Nominasi Kota Kreatif

501
SEMINAR SOLO KREATIF-Sejumlah Pembicara dari kementrian Ekonomi kreatif seminar Yuwono Mazuka (kiri) Pembicara dari Dirjen Seni Pertunjukan Ekonomi Kreatif Berbasil sosial Budaya Juju Masunah (dua dari kiri) dan Guru Besar Seni Rupa ISI Surakarta Darsono (dua dari kanan) saat mengisi seminar Menuju Kota kreatif di Balaikota Solo, Sabtu (16/2). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
SEMINAR SOLO KREATIF-Sejumlah Pembicara dari kementrian Ekonomi kreatif seminar Yuwono Mazuka (kiri) Pembicara dari Dirjen Seni Pertunjukan Ekonomi Kreatif Berbasil sosial Budaya Juju Masunah (dua dari kiri) dan Guru Besar Seni Rupa ISI Surakarta Darsono (dua dari kanan) saat mengisi seminar Menuju Kota kreatif di Balaikota Solo, Sabtu (16/2/2013). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

Kota Solo menjadi nominasi kota kreatif yang diusulkan pemerintah kepada UNESCO. Selain Solo, Pekalongan, Bandung dan Yogyakarta yang diharapkan mendapat pengakuan dunia. Untuk prosesnya dilakukan tahun ini dan diumumkan tahun depan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu pada akhir Juli lalu di Jakarta.

Menurut Mari, pihak kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sudah mengajukan berkas dan menunjuk konsultan untuk persiapan itu. Empat kota tersebut diusulkan untuk mendapat julukan sebagai creative city seperti yang diberikan kepada London dan Paris.”Empat kota ini dipilih karena dinilai maju dalam seni, industri kreatif dan desain,” kata Mari, seperti dikutip Tempo.co, Sabtu (3/8).Nantinya, UNESCO akan menerapkan kriteria untuk memenuhi syarat menjadi kota kreatif. Ada dua kriteria dikeluarkan UNESCO, yakni kota kreatif berbasis seni kerajinan dan kota kreatif berbasis desain.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

The Creative City Network diluncurkan UNESCO pada Oktober 2004 untuk kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia, melalui seleksi ketat. UNESCO menilai dari sisi konsep urban planning apakah kota itu sudah mendukung kreativitas masyarakatnya,”Selain membangun sarana dan prasarana fisik dan nonfisik,” jelas Mari.

Baca Juga :  Kusuma Sahid Prince Hotel Solo Gelar General Staf Meeting

Contoh, Solo dinilai layak sebagai kota kreatif, karena setiap akhir pekan, jalan-jalan ditutup untuk menciptakan ruang kreatif bagi masyarakat. Yakni, menggelar performing art, pameran dan memberi kesempatan UKM pameran bahkan sampai izin usaha gratis.

Bandung sebagai kota kreatif karena dinilai memiliki sisi visioner dalam bidang pariwisata dan kuliner. Sedangkan Pekalongan memiliki museum batik serta industri batik dan Yogyakarta dinilai memiliki ragam budaya dan seni, serta menjadi tujuan wisata Indonesia. Eko Susanto

BAGIKAN