JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Solo Unjuk Gigi dalam Miss Supranational

Solo Unjuk Gigi dalam Miss Supranational

653
BAGIKAN

Kostum ini didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta lewat Batik Solo Carnival rancangan dra Ning Hadiati.

DAYAK BUTTERFLY -- Puteri Indonesia Pariwisata 2013 Cok Istri Krisnanda memakai busana  nasional (national costume) bertemakan "Dayak Butterfly" saat peragaan sejumlah busana jelang Miss Supranational 2013 di Jakarta, Kamis (1/8). Cok Istri Krisnanda akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Supranational 2013 untuk mencari duta perdamaian dunia di Belarus, Eropa pada 17 Agustus- 7 September 2013.
DAYAK BUTTERFLY — Puteri Indonesia Pariwisata 2013 Cok Istri Krisnanda memakai busana nasional (national costume) bertemakan “Dayak Butterfly” saat peragaan sejumlah busana jelang Miss Supranational 2013 di Jakarta, Kamis (1/8). Cok Istri Krisnanda akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Supranational 2013 untuk mencari duta perdamaian dunia di Belarus, Eropa pada 17 Agustus- 7 September 2013.

Cok Istri Krisnanda, Puteri Indonesia Pariwisata 2013 yang berpartisipasi di kontes Miss Supranational 2013. Gadis Bali ini akan mengenalkan beragam budaya Indonesia lewat busana yang akan ditampilkan di Minsk, Belarus pada Sabtu (17/8)-Sabtu (7/9) nanti.

Miss Supranational digelar sejak 5 tahun lalu.  Pada tahun ini, gelaran acara diikuti 50 negara di dunia. Keikutsertaan Indonesia pada tahun ini menjadi yang pertama.  Berbeda dengan Miss Universe dan Miss International,  kontes ini lebih mengangkat tentang kebudayaan. Tahun ini temanya adalah tentang perdamaian dunia.

” Memperkenalkan pariwisata Indonesia. Ramah dan senyum jadi bekal. Persiapan, udah 90 persen. Sepuluh persen tinggal berangkat. Tantangan, menjaga badan karena negara lain kontes kecantikan juga dinilai fisiknya. Jaga pola makan aja,” ujarnya saat jumpa pers di Taman Sari Royal Heritage Spa, Jakarta Pusat, Kamis (1/8).

Mendekati hari keberangkatan, gadis berusia 21 tahun itu sudah menyiapkan beberapa pakaian yang akan ia kenakan di sana. Di setiap pakaian yang ia kenakan, Cok Is selalu menampilkan kekhasan budaya Indonesia. Salah satu yang ia gunakan dalam penjurian National Costume, gadis asal Bali itu akan mengenakan kostum tema Dayak Butterfly.

Kostum ini terinspirasi dari suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan. Busana ini menggunakan bahan dasar kulit kayu yang disebut kulit nyamu dan diaplikasikan dalam bentuk motif serat-serat yang dikenakan di kemben dan aksen pada sayap. Sedangkan bahan untuk rok serta ekor masih mengenakan beludru sesuai bahan yang ada saat ini di Dayak.

Warna dalam busana ini juga tetap mengakar pada warna asli Dayak, yakni hitam yang diaplikasikan dalam bahan rok bawahan. Sedangkan warna-warna serat menggambarkan warna alam hijaunya hutan belantara, ungu dan merahnya bunga hutan, birunya langit serta putihnya air sungai. Kostum ini didukung oleh Pemerintah Kota Surakarta lewat Batik Solo Carnival rancangan dra Ning Hadiati.

“Kita ingin mengambil kearifan suku Dayak dengan mengeksplorasi motif Dayak, manik-manik dan beludru khas Dayak, serta flora dan fauna Kalimantan yang sangat kaya,” kata Ning Hadiati dilansir Beritasatu.

Untuk red carpet, Cok Is akan mengenakan rancangan Yogie Pratama berupa long dress berwarna magenta. Warna dress tersebut dipadukan dicocokkan dengan kombinasi batik tulis dari Kudus, Jawa Tengah. Sedangkan malam cocktail atau acara santai, Cok Is mengenakan rancangan Didiet Maulana dengan warna cerah. Gaun panjang berbahan dasar tenun ikat dari Makassar dipadukan dengan materi modern. Antara Cisilia Perwita S