JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Sopir Ngantuk, Ertiga Masuk Parit Tabrak Bengkel

Sopir Ngantuk, Ertiga Masuk Parit Tabrak Bengkel

916
BAGIKAN
TERPEROSOK- Kondisi mobil Suzuki Ertiga yang nahas, terperosok ke parit dan menabrak pondasi bengkel milik warga di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo saat dievakuasi. Diduga kecelakaan di jalur alternatif Boyolali-Klaten ini dipicu sopir kelelahan dan mengantuk usai perjalanan mudik. Joglosemar|Ario Bhawono
TERPEROSOK- Kondisi mobil Suzuki Ertiga yang nahas, terperosok ke parit dan menabrak pondasi bengkel milik warga di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo saat dievakuasi. Diduga kecelakaan di jalur alternatif Boyolali-Klaten ini dipicu sopir kelelahan dan mengantuk usai perjalanan mudik. Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Diduga sopir mengantuk saat mengemudi, sebuah mobil Suzuki Ertiga B 1203 FKI tiba-tiba masuk parit dan akhirnya menabrak tembok pondasi bengkel milik Mudiyono (55), warga Kampung Jomboran, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Selasa (6/8) pagi sekitar 08.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal di jalur alternatif Boyolali-Klaten tersebut. Namun kondisi mobil berpenumpang empat orang berikut sopir tersebut, ringsek berat di bagian depan dan samping kiri. Menurut pengemudi mobil Suzuki Ertiga,  Irfan (20)  saat itu mereka tengah melaju dari arah Klaten menuju ke Semarang melalui jalur alternatif Jatinom-Boyolali. Mereka hendak menuju ke Kendal, ke rumah salah satu kerabat.

Diduga pengemudi mengantuk lantaran kelelahan sehabis mudik dari Jakarta kemarin, hingga tiba-tiba saja mobil menyelonong ke kanan dan keluar jalur. Beruntung saat yang sama meski kondisi jalur relatif padat, namun tidak sampai terjadi tabrakan dengan kendaraan yang lain.

Mobil nahas tersebut langsung saja masuk ke parit di sisi utara jalan dan menabrak dengan keras pondasi tembok rumah sekaligus bengkel milik Mudiyono. Selain menabrak pondasi bengkel, mobil juga menyerempet pohon nangka yang ada di sisi kiri parit. Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan mobil langsung ringsek dan mengeluarkan suara keras.

Warga yang ada di sekitar lokasi kontan terkejut dan berdatangan untuk menolong korban. Kejadian ini juga dilaporkan ke Satlantas Polres Boyolali yang segera datang melakukan penyelidikan. Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatlantas AKP Alil Rinenggo membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kasatlantas, pihaknya masih mendalami kasus kecelakaan tunggal itu. “Tidak ada korban hanya kerugian material saja,” ungkap Kasat.

Terkait banyaknya kasus kecelakaan saat arus mudik, menurut Kasatlantas kebanyakan kecelakaan malah terjadi di jalur-jalur alternatif. Kondisi jalur alternatif selain sempit dan bergelombang, kondisi saat ini sangat padat dan rawan kecelakaan. Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro saat melakukan peninjauan di pos pengamanan Lebaran, menyatakan kondisi jalur mudik di Boyolali terhitung paling siap digunakan. Pihaknya menyatakan dukungan penuh operasi pengamanan Lebaran, termasuk pengamanan jalur lalu lintas khususnya selama musim arus mudik Lebaran. Ario Bhawono