Sosialisasikan DIS, Keraton Pasang Baliho

Sosialisasikan DIS, Keraton Pasang Baliho

319
BALIHO PENGGABUNGAN DIS--warga mengamati baliho peringatan 68 tahun NKRI dan penggabungan Daerah Istimewa Surakarta yang terpasang di Kawasan Gladag, Solo, Selasa (20/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
BALIHO PENGGABUNGAN DIS–warga mengamati baliho peringatan 68 tahun NKRI dan penggabungan Daerah Istimewa Surakarta yang terpasang di Kawasan Gladag, Solo, Selasa (20/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

PASAR KLIWON- Sebagai upaya untuk mendukung pengembalian Daerah Istimewa Surakarta (DIS), Keraton Surakarta memasang baliho besar berisi maklumat Paku Buwono (PB) XII dan pernyataan Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Pemasangan itu sekaligus sebagai ajang sosialiasasi kepada masyarakat tentang peringatan ke-68 Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Dalam baliho tersebut, pernyataan Presiden Soekarno maupun Maklumat Sinuhun PB XII dipasang berjejer. Di sana tertulis pernyataan Soekarno, ” Menetapkan jika ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono Senopati Ing Ngalogo Abdurrahman Sayyidin Panotogomo Ingkang Kaping XII Ing Surakarta Hadiningrat pada kedudukannya dengan kepercayaan bahwa Seri Paduka Kanjeng Susuhunan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga untuk keselamatan daerah Surakarta sebagai bagian dari pada Republik Indonesia. Pernyataan Presiden Soekarno itu dibuat di Jakarta, 19 Agustus 1945 silam.”

Baca Juga :  Menilik Antusias Siswa Ikuti Ekstrakurikuler Pramuka, Kreativitas Pembina Jadi Salah Satu Kunci

Sementara itu, salah satu isi maklumat PB XII nomor tiga berbunyi “Kami menyatakan bahwa pada dasarnya segala kekuasaan dalam daerah Negeri Surakarta Hadiningrat terletak di tangan Susuhunan Surakarta Hadiningrat. Dan oleh karena itu, berhubung dengan keadaan pada dewasa ini, maka kekuasaan-kekuasaan yang sampai kini tidak di tangan kami dengan sendirinya kembali ke tangan kami.”

Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi mengakui pihaknyalah yang memasang baliho tersebut. “Kami memang yang memasang. Judul baliho itu Peringatan 68 Tahun NKRI dan Penggabungan DIS, ini mengingatkan masyarakat soal DIS ini,” terang salah satu menantu PB XII ini, Selasa (20/8).

Baca Juga :  Badko TPQ dan Pemkot Gelar Seleksi Pengajar

Baliho itu dipasang di lokasi strategis di daerah eks Karesidenan Surakarta. Di Solo, baliho dipasang di Gladak sebagai pintu masuk kawasan keraton dan juga Alun-alun Kidul (Alkid).

Eddy mengatakan, ada fakta sejarah yang belum terungkap. Seperti pasca-kemerdekaan Indonesia, 19 Agustus 1945 lalu , di mana Presiden Soekarno memegang kekuasaan tertinggi di negeri ini yaitu sebagai Ketua DPR, Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan Ketua MPR, yang mana pada waktu itu tiga lembaga itu terdapat kekosongan kepemimpinan.

“Fakta itu terungkap saat persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin oleh keterangan saksi. Jadi ini sebagai wahana refleksi tentang kemerdekaan NKRI dan penggabungan DIS, ini biar masyarakat tahu,” papar dia. Ari Welianto

BAGIKAN