Spanduk Anti-Banteng Liar Bertebaran

Spanduk Anti-Banteng Liar Bertebaran

476

DPC PDIP Karanganyar mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk-spanduk anti-Banteng Liar itu.

SPANDUK SINDIRAN—Spanduk yang berisikan sindiran terhadap relawan Banteng Liar di sebelah selatan Jembatan Siwaluh, Karanganyar Kota, Rabu (28/8). Muhammad Ikhsan
SPANDUK SINDIRAN—Spanduk yang berisikan sindiran terhadap relawan Banteng Liar di sebelah selatan Jembatan Siwaluh, Karanganyar Kota, Rabu (28/8). Muhammad Ikhsan

KARANGANYAR—Dua spanduk perlawanan terhadap Banteng Liar, relawan yang dibentuk kader dan simpatisan PDIP untuk mendukung pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yu-Ro), terpampang di Perlimaan Bejen dan di Cangakan, Kecamatan Karanganyar Kota. Di perlimaan Bejen spanduk tersebut bertuliskan “Banteng Liar Jelmaan Sapi, Tukang Ngapusi”, sedangkan di Cangakan bertuliskan “Banteng Liar Kui Daging Sapi Bukan Marhaenis”.

Informasi yang dihimpun, tidak hanya di dua lokasi itu, spanduk serupa juga sudah menyebar di seluruh titik strategis di Karanganyar. Sejauh ini tidak diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris DPC PDIP Karanganyar, Sumanto mengaku tidak mengetahui hal itu. Ia juga kaget karena partainya tidak menginstruksikan pemasangan spanduk-spanduk tersebut. “Apa benar ada spanduk seperti itu? Bagaimana isinya?” katanya heran, Rabu (28/8).

Baca Juga :  Istri Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar Pernah Menolak Ditanya Identitas oleh Kadus

Sumanto menduga yang memasang spanduk-spanduk tersebut adalah pendukung atau simpatisan PDIP yang tidak terima dengan munculnya Banteng Liar. “Kami tidak tahu siapa yang memasang spanduknya. Tapi mungkin ada yang merasa tidak terima saat partainya (PDIP) diperlakukan seperti yang dilakukan kelompok tersebut,” ungkapnya.

Sumanto mengaku tidak mau ambil pusing terkait munculnya relawan Banteng Liar. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan oleh Koordinator Relawan Banteng Liar, Sastro Suparjo alias Pecok, yang menganggap PDIP tidak lagi marhaenisme tidaklah benar. “PDIP masih marhaen. Pak Sastro sudah sejak 2004 bukan lagi anggota PDIP, telah keluar,” tegasnya.

Baca Juga :  Duh, Ada Guru SD Judi dan Pesta Sabu, Akhirnya Dibekuk Polisi

Sementara itu, Sastro Suparjo mengatakan pembuat spanduk yang menyudutkan Banteng Liar tersebut adalah dari kelompok yang bingung. “Banteng Liar itu daging sapi? Lha wong bukan sapi. Malahan menyerempet partai lain. Mungkin bingung akan kekalahannya,” tegasnya.

Sastro juga mengklaim bahwa seluruh fungsionaris DPC PDIP Karanganyar saat ini telah menyimpang dari ajaran marhaenisme. Hal tersebut yang membuat sebagian anak ranting PDIP yang berada di Kecamatan Tasikmadu, Kebakkramat, Jatiyoso, dan Karanganyar Kota bergabung  dengan relawan Banteng Liar. “Seluruh fungsionaris PDIP menyimpang,” tandasnya. Muhammad Ikhsan

BAGIKAN